Kemenlu Mesir: Merebaknya Ujaran Kebencian Terhadap Islam akan Memicu Fitnah dan Melahirkan Korban Tak Bersalah

Asisten Menlu Mesir juga memuji Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Syekh Al-Azhar dan Paus Vatikan pada tahun 2019, serta Strategi dan Rencana Aksi PBB untuk Memerangi Ujaran Kebencian.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,17 Nov 2020,09:36 AM

Kairo, SPNA - Asisten Menteri Luar Negeri Mesir Ahmad Jamaluddin pada Senin (16/11/2020), menegaskan kecaman negaranya atas ujaran kebencian apapun bentuknya, dan di masa yang sama dukungannya terhadap kebebasan berpendapat, yang harus dilakukan secara seimbang untuk menghindari perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Dalam pidatonya di Konferensi Warsawa tentang Kebebasan Berkeyakinan, Jamaluddin memuji penyelenggarankonferensi yang sarat makna historis tersebut, sembari menegaskan betapa ujaran kebencian terhadap Islam hanya akan mengundang fitnah dan korban tak bersalah.

Di akhir pidatonya, Asisten Menlu Mesir tersebut juga memuji Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh Syekh Al-Azhar dan Paus Vatikan pada tahun 2019, serta Strategi dan Rencana Aksi PBB untuk Memerangi Ujaran Kebencian.

Menurutnya kedua dokumen tersebut mencerminkan upaya ambisius untuk memerangi ujaran kebencian dan dampaknya yang merusak pada masyarakat.

(T.NA/S: RT Arabic)

leave a reply
Posting terakhir