Pengadilan Israel Jatuhkan Hukuman 2 Tahun Penjara untuk Politisi Palestina, Khalida Jarrar

Keputusan ini diambil ketika warga Palestina bersiap untuk memberikan suara dalam pemilihan legislatif Mei mendatang.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,02 Mar 2021,10:52 AM

Yerusalem, SPNA - Politisi Palestina, Khalida Jarrar, dijatuhi hukukan dua tahun penjara oleh pengadilan militer Israel pada Senin (01/03/2021), atas tuduhan "menghasut kekerasan" dan menjadi anggota "organisasi terlarang".

Khalida, seorang aktivis poitik terkemuka dan anggota organisasi Marxist-Leninis , Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), ditangkap di rumahnya di Ramallah pada 31 Oktobrt 2019, dan sejak itu dia ditahan.

Pengadilan militer Ofer di barat laut Yerusalem juga memerintahkannya untuk membayar denda sebesar $1,300.

Khalida, yang merupakan anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC), parlemen Palestina yang ditangguhkan, telah ditangkap berkali-kali dan menjalani penahanan administratif.

Pada Februari 2019, dia dibebaskan dari penjara Damon, di luar haifa, setelah menjalani penahanan administratif tanpa dakwaaan selama 20 bulan.

Kasus Khalida adalah contoh dari kebijakan Israel yang sangat kontroversial, yang digunakan hampir secara eksklusif di Palestina. Kebijakan ini memungkinkan penahanan tanpa adanya dakwaan atau persidangan untuk periode yang dapat diperbarui selama tiga hingga enam bulan. Tahanan didak dapat mengajukan banding atau menanyakan tuduhan apa yang dilontarkan kepada mereka. 

Masuk Keluar Penjara

Khalida pertama kali ditangkap pada tahun 1989 dan ditahan selama sebulan tanpa pengadilan.

Untuk penahanan keduanya pada tahun 2014, dia dijatuhi hukuman 15 bulan penjara.

Jarrar adalah ketua komite tahanan PLC antara 2015 dan 2017, dan ditangkap untuk ketiga kalinya pada 2017.

Dia akhirnya dibebaskan pada Februari 2019, sebelum ditangkap lagi sembilan kemudian.

Hukuman terakhirnya terjadi ketika warga warga Palestina bersiap untuk memberikan suara dalam pemilihan legislatif pada bulan Mei mendatang, yang akan menjadi pemilihan pertama wilayah itu sejak 2006.

Delapan anggota parlemen Palestina terpilih, termasuk Khalida, saat ini berada di penjara Israel.

Menurut kelompok hak asasi tahanan Palestina Addameer, 4.400 warga Palestina ditahan oleh Israel pada Januari, 37 adalah wanita, 160 adalah anak-anak.

(T.RA/S: MEE)

leave a reply
Posting terakhir