Penduduk Israel Sambut Paskah Saat Pembatasan Kegiatan Dilonggarkan

Tel Aviv, SPNA – Penduduk Israel, seperti diberitakan Times of Israel, pada Jumat (26/3/2021), mulai melakukan persiapan menyambut Hari Raya Paskah. Toko-toko dan mal di seluruh Israel mulai dipadati pembeli pada Jumat, ketika para ....

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,28 Mar 2021,11:08 AM

Tel Aviv, SPNA – Penduduk Israel, seperti diberitakan Times of Israel, pada Jumat (26/3/2021), mulai melakukan persiapan menyambut Hari Raya Paskah. Toko-toko dan mal di seluruh Israel mulai dipadati pembeli pada Jumat, ketika para pelanggan bergegas membeli persediaan makanan, Hari Sabat setelah Paskah Yahudi, yang dimulai pada Sabtu malam.

Sebagian besar toko tutup pada hari Sabtu dan orang Yahudi yang religius tidak berbelanja pada hari itu. hari Jumat adalah kesempatan terakhir bagi banyak orang untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga sebelum hari libur.

Berbeda sekali dengan tahun lalu, ketika orang Israel merayakan Paskah hanya dengan keluarga mereka yang terbatas dan pemerintah melarang warga meninggalkan rumah pada malam pertama liburan, Paskah kali ini akan diizinkan dengan sedikit kelonggaran. Kelonggaran tersebut menurut pedoman Kementerian Kesehatan, kegiatan perayaan Paskah diperbolehkan dengan 20 orang di dalam ruangan dan 50 di luar ruangan.

Selain mengandung makna yang cukup religius, Paskah bagi orang Yahudi Israel memiliki kesamaan budaya tertentu dengan Thanksgiving di Amerika Serikat sebagai hari libur tahunan, di mana keluarga berkumpul bersama, terkadang dalam jumlah besar, untuk menikmati hari raya bersama.

Tahun lalu, sejumlah politisi dan pejabat senior melanggar aturan protokol kesehatan dan larangan berkumpul dengan anggota keluarga mereka untuk menikmati hidangan cedar, makanan pesta pada malam pertama Hari Raya Paskah.

Tahun ini, bagaimanapun, dengan adanya peraturan pedoman dari Kementerian Kesehatan, dengan izin perayaan Paskah yang dilonggarkan, tetap saja menimbulkan kekhawatiran sendiri. Koordinator nasional Corona Israel, Profesor Nahman Ash, mengatakan bahwa awal bulan ini bahwa beberapa pihak telah memintanya untuk tetap memberlakukan pembatasan pada pertemuan untuk menghindari menerima sekelompok besar orang pada perayaan Hari Raya Paskah.

“Menurut saya, 20 orang untuk makan malam cedar tahun ini sudah cukup. Saya telah menerima permintaan untuk tetap mengurangi jumlah penerimaan tamu dengan lebih sedikit,” kata Nahman Ash sambil bercanda.

(T.NA/S: Time of Israel)

leave a reply
Posting terakhir