Tahanan Anak Palestina Membeberkan Penderitaan Mereka di Penjara Israel

Sejak ditangkap, anak-anak Palestina yang menjadi tahanan Israel, telah mengalami pemukulan, diinterogasi dengan tangan diborgol dan dimasukkan ke sel isolasi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,30 Dec 2019,12:26 PM

Tepi Barat, SPNA - Komite Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengatakan pada hari Minggu (29/12/2019) bahwa pihaknya telah mendokumentasikan kesaksian para tahanan anak-anak Palestina, yang dipukuli oleh tentara Israel selama penangkapan mereka.

Laporan itu muncul setelah kunjungan pengacara LSM ke beberapa anak yang ditahan di penjara Damon dan Megiddo Israel.

Mu'tasem Anwar Sheikha (17 tahun), dari kamp pengungsi Shufat di Yerusalem yang diduduki, mengatakan bahwa sekelompok tentara Israel yang menyamar menangkapnya ketika ia sedang melewati sebuah jalan di kamp. Mereka membawanya ke pusat interogasi Maskubiyyeh, di mana ia ditahan selama 30 hari. Dia dipukuli secara brutal setelah dimasukkan ke dalam sel yang tidak memiliki kamera pengintai.

Abdel Mun'em Natsheh (17 tahun) dan Usama Taha (16 tahun), dari kamp pengungsi Shu'fat, juga mengatakan bahwa tentara Israel menangkap dan memborgol mereka sebelum mengirim mereka untuk diinterogasi di pusat interogasi selama empat jam. Mereka dikirim ke pusat interogasi Maskubiyyeh setelah itu, di mana mereka dipukuli dan dihina.

Natsheh menambahkan bahwa dia dipukuli oleh anggota unit Nahshon beberapa kali ketika dia dipindahkan untuk menghadiri sesi pengadilan. Dalam satu kejadian, dia dipukuli hanya karena dia berbicara dengan ibunya, yang berada di pengadilan untuk melihat anaknya.

Taha menyatakan bahwa unit Nahshon menggunakan anjing  terhadapnya saat dia dikirim ke pengadilan.

Abdurrahman Abu Lela (17 tahun) mengatakan bahwa tentara Israel dengan pakaian sipil menangkapnya dari pekerjaannya di Acre. Mereka mengirimnya ke pusat interogasi Petah Tikva, di mana ia ditahan selama sepuluh hari di sel isolasi dan diinterogasi dengan tangan diborgol.

Aws Raed Rasheed (16 tahun) dari Jenin mengatakan bahwa tentara Israel menangkapnya dari rumahnya setelah mendobrak pintu rumah dan mendobrak masuk ke kamarnya ketika dia tertidur. Dia bangun dan menemukan senapan mereka diarahkan padanya. Ketika ibunya mulai menangis dan berteriak, mereka malah anak itu di hadapan ibunya. Aws ditahan dengan tangan diborgol dan ditutup matanya di pos pemeriksaan Jalameh selama sepuluh jam.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply
Posting terakhir