Anak- Anak Palestina, Sebuah Kebahagiaan Lebaran Yang Hilang

BY Rizky SyahputraEdited Mon,11 Jul 2016,06:42 AM

Anak- Anak Palestina, Sebuah Kebahagiaan Lebaran Yang Hilang.

Alquds - Suarapalestina - Anak-anak yang ditawan oleh Israel berupaya  menyambut Idul Fitri  dengan melupakan kehidupannya lalu terbang jauh dari penjara   dan sipirnya. Mereka yang biasanya menghitung jumlah hadiah lebaran kali ini terpaksa menghitung waktu agar Idul fitri cepat berlalu. Idul Fitri justru menjadi momen yang membuat mereka bertambah pilu.

Idul Fitri tahun ini khususnya, tidak sepert sebelumnya bagi keluarga Palestina yang anak-anak mereka tertangkap militer Israel dimana mereka dilarang  merayakan lebaran bersama keluarga, bahkan tidak mengizinkan keluarga mereka mengunjungi anak-anak yang ditangkap.

Israel setidaknya menangkap 7000 orang Palestina, 500 diantaranya adalah anak-anak yang menderita berbagai macam jenis penyiksaan setiap harinya.

Adham Zaatari yang berasal Yerusalem, Ia ditangkap oleh Israel serta dilarang mengunjungi keluarganya. Hal ini membuat ibunya depresi lalu merobek baju lebaran yang Ia beli untuk anaknya.

Adham yang berumur  14 tahun sudah tiga kali ditangkap Israel di  Yerusalem. Biasanya ia selalu dibebaskan dengan pembayaran denda atau menjadi tahanan rumah, namun penangkapan kali keempat adalah yang paling sulit. Ia ditangkap oleh Israel dalam serangan di Alram, utara Yerusalem tanggal 18 November tahun 2015.

Anwar Zatari, ayah tahanan, menyatakan , 'Aku mendapat telepon dari seorang prajurit Israel lalu memintaku untuk secepatnya  hadir ke salah satu markas polisi di utara Yerusalem. Aku lalu hadir  dan melihat anakku yang depresi karena dipukuli selama ditangkap patroli militer. Israel menuduh anaknya melempar batu ke arah pasukan.

Seharusnya sidang terhadap anaknya dilakukan pada bulan Juni kemarin namun Israel menambah tuduhan baru yaitu menyelinap kerumah pemukim Israel di Kota Tua lalu menyemprotkan gasa lada kearah mereka.

Israel mengklaim mereka punya saksi mata, agar pengadilan lalu memperpanjang waktu sampai tanggal 27 Sepetember mendatang.

Adham terpaksa harus menunggu waktu lama untuk disidang yang telah ditunda sebanyak 30 kali.

Zaatari menambahkan 'Tahun ini tidak ada hari raya bagi kami, bagaimana kami bisa berlebaran tanpa  melihat Adham'.

Adham mendekam di Penjara Megiddo dimana sebelumnya ia di pindahkan di Pusat Rehabilitasi Israel.

'Kami berupaya mengeluarkan anak kami dari penjara, karena dari sisi kejiwaan Adham sudah sangat lelah karena depresi dan isolasi. Bulan Janurari lalu Ia di dindahkan ke penjara Hasharon lalu ke Megido.

Adham adalah salah satu anak yang berasal dari Old City, Yerusalem yang ditangkap oleh militer Israel, dimana mereka tinggal dekat dengan Masjidil Al-Aqsa. Israel mendportasi dan menangkap anak-anak Palestina dengan tuduhan melempar batu dan molotov serta tuduhan palsu lainnnya. 

leave a reply