اعلان 1

Menuju Florida, badai Irma sapu kepulauan Karibia

San Juan, SPNA - Badai Irma, salah satu badai Atlantik terkuat dalam satu abad terakhir, menyapu Kepulauan Turks dan Caicos,

Edited Sep 09,2017 11:03

San Juan, SPNA - Badai Irma, salah satu badai Atlantik terkuat dalam satu abad terakhir, menyapu Kepulauan Turks dan Caicos, menggetarkan bangunan setelah secara serentak menghancurkan pulau-pulau Karibia dan menewaskan setidaknya 22 orang dalam perjalanannya menuju Florida.

Dengan kecepatan angin sekitar 290 kilometer per jam (km / jam), badai tersebut telah menghancurkan pulau-pulau kecil di Karibia dalam beberapa hari terakhir, di antaranya Barbuda, Saint Martin dan Kepulauan Virgin Inggris dan AS. Selain itu, badai tersebut telah merobohkan pepohonan serta menghancurkan rumah dan rumah sakit.

Sedikitnya 11 orang dikabarkan meninggal di Saint Martin dan Saint Barts, empat di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, empat di Kepulauan Virgin Inggris, dan satu di Barbuda, Anguilla dan Barbados.

Pada akhir hari Jumat di Kuba, badai Irma telah berada pada level lima (kekuatan paling tinggi), setelah sebelumnya di pagi hari masih berada pada level empat.

Badai Irma diperkirakan akan melanda Florida pada hari Ahad dini hari, namun angin badai tropisnya diperkirakan sampai pada hari Sabtu.

Brock Long, kepala Badan Manajemen Darurat Federal, Jumat (08/09/2017), mengatakan bahwa sebagian Florida akan kehabisan pasokan listrik selama berhari-hari dan lebih dari 100.000 orang mungkin memerlukan tempat berlindung. Ia memperingatkan agar masyarakat setempat memperhatikan peringatakan evakuasi.

“Mereka harus keluar, dengarkan dan memperhatikan peringatan,” tutur Long

Badai Irma telah mengejutkan penduduk Karabia dengan dampak kehancuran yang luar biasa. Di saat bersamaan mereka sedang menyiapkan diri untuk menghadapi badai besar lainnya, yaitu Badai Jose. Saat ini badai Jose, yang telah menyapu Karabia Timur, telah berada pada level tiga.

"Kami menunggu hujan dan badai berhenti, kami mungkin tidak bisa menyelamatkan mereka tepat waktu," ungkap Virginia Clerveaux, direktur Manajemen Bencana dan Keadaan Darurat untuk Kepulauan Turks dan Caicos.

Andy Gallacher, repoter Al Jazeera yang melaporkan dari ibukota Puerto Riko, San Juan, mengatakan, "Saat ini , ada tiga badai di Atlantik - Irma, Jose dan Katia - yang belum terjadi sejak tahun 2010. Tapi, dari ketiga abadai tersebut, Irama adalah badai yang yang memiliki ancaman terbesar. PBB mengatakan bahwa 37 juta jiwa bisa terkena dampak badai tersebut."

Dia menambahkan, "Dalam jam-jam dan hari-hari mendatang, badai Irma akan dipantau secara ketat, namun jalurnya nampak teratur dan dampaknya bisa menjadi bencana besar."

Di kepulaian Barbuda, di mana satu orang dinyatakan meninggal, badai tersebut telah mengubah kepulauan itu "menjadi puing-puing", menurut Perdana Menteri Gaston Browne.

Petugas layanan darurat mengatakan bahwa di wilayah otoritas Inggris di Anguilla, selain korban jiwa, badai Irma juga melumpuhkan rumah sakit dan bandara, serta menyebabkan rusaknya jaringan telepon dan listrik.

Perdana Menteri Perancis, Edouard Philippe, mengatakan bahwa akibat hempasan badai yang begitu kuat, empat mayat ditemukan di pulau kecil Perancis-Belanda di Saint Martin.

"Ini adalah bencana yang sangat besar, sembilan puluh lima persen pulau hancur, saya sangat terkejut," Daniel Gibbs, ketua dewan lokal di Saint Martin, mengatakan kepada Radio Caribbean International.

Cuplikan televisi dari pulau tersebut menunjukkan tumpukan perahu yang rusak di marina (pelabuhan khusus yang disediakan untuk kapal pesiar), jalan-jalan dan rumah-rumah yang terendam banjir. Presiden Perancis, Emmanuel Macron, berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Kamis untuk mengkoordinasikan sebuah respon kemanusiaan darurat atas bencana ini.

(T.RA/S: Aljazeera)

leave a reply