Israel lakukan pindah paksa penduduk Khan al-Ahmar

Militer Israel menyampaikan kepada penduduk Khan al-Ahmar bahwa satu-satunya pilihan mereka yang tersisa adalah pindah ke al-Jabal Barat.

BY Rara Atto Edited Fri,15 Sep 2017,03:08 PM
Israel lakukan pindah paksa penduduk Khan al-Ahmar

The Palestinian Information Center - Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Perwakilan dari militer Israel dan Administrasi Sipil (CA), Kamis (14/09/2017), mendatangi komunitas Palestina di Khan al-Ahmar, sebelah timur Yerusalem, dan menyampaikan kepada penduduk setempat bahwa satu-satunya pilihan mereka yang tersisa adalah pindah ke al-Jabal Barat, sebuah lokasi relokasi yang dialokasikan bagi masyarakat tanpa berkonsultasi dengan mereka terkait tempat pembuangan sampah Adu Dis, menurut organisasi hak asasi manusia, B'Tselem.

Shlomo Lecker, pengacara masyarakat setempat, menginformasikan kepada pejabat Administrasi Sipil yang berwenang bahwa dia tidak diizinkan untuk bertemu dengan kliennya, namun CA tidak peduli dengan akan hal tersebut.

Peristiwa itu terjadi menjelang sidang Pengadilan Tinggi yang dijadwalkan pada hari Senin, 25 September mendatang. Sebuah sidang terkait petisi komunitas tersebut dalam melawan rencana Israel untuk menghancurkan semua struktur serta petisi oleh permukiman di daerah Ma'ale Adumim atas penghancuran sekolah Khan al-Ahmar. Tindakan CA ini tampaknya membuka jalan bagi pemerintah Israel untuk mengklaim bahwa mereka bertindak dengan niat baik dan telah berkonsultasi dengan masyarakat.

Pemindahan paksa terhadap seluruh komunitas di Wilayah Pendudukan hampir tidak pernah terjadi sejak tahun 1967. Berdasarkan Konvensi Jenewa Keempat, Israel berkewajiban untuk menghormati semua tindakan masyarakat di Tepi Barat. Namun, dengan adanya pemindahan terhadap orang-orang yang dilindungi tersebut, maka Israel telah melakukan kejahatan perang.

Pekan lalu, B'Tselem mengirim surat yang mendesak kepada perdana menteri Israel dan pejabat tinggi pemerintah dan militer lainnya, dengan memperingatkan bahwa menghancurkan komunitas Palestina Sussia dan Khan al-Ahmar,  sebagaimana yang direncanakan, akan menjadi kejahatan perang.

B'Tselem membuat langkah yang tidak biasa setelah Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengatakan kepada pers dua pekan lalu bahwa kementerian pertahanan "bersiap untuk mengevakuasi komunitas Palestina yang didirikan tanpa izin" dan bahwa "pekerjaan tersebut sedang dilakukan guna merealisasikan rencana untuk mengevakuasi desa-desa Palestina dari Sussia di South Hebron Hills dan Khan al-Ahmar dekat Ma'aleh Adumim dalam beberapa bulan."

Pemindahan paksa penduduk Khan al-Ahmar akan memungkinkan perluasan permukiman di masa depan, termasuk di wilayah yang ditunjuk E1 - sebuah rencana yang dipromosikan dalam lobi pemukim. Pada 27 Agustus lalu, ratusan pemukim, bergabung dengan anggota parlemem Israel, Shuli Mualem dan Moti Yogev (partai Yahudi), berdemonstrasi di dekat komunitas Khan al-Ahmar, menekan pemerintah untuk bergerak maju dengan rencana pembongkarannya.

Khan al-Ahmar, yang terletak di atas tanah yang telah diperuntukkan Israel untuk perluasan permukiman di dekat Ma'ale Adumim di sebelah timur Yerusalem, merupakan tempat bermukim bagi 21 keluarga yang berjumlah 146 orang, termasuk 85 anak di bawah umur. Di sana terdapat sebuah masjid dan sebuah sekolah lokal yang didirikan pada tahun 2009 dan melayani lebih dari 150 anak berusia antara enam dan lima belas tahun - beberapa di antaranya berasal dari masyarakat sekitar.

(T.RA/S: The Palestinian Information Center)

leave a reply