Negara-negara Arab bahas pencegahan peredaran obat terlarang

Tunis, SPNA - Para kepala badan anti-narkotika di Timur Tengah, Rabu (25/10/2017), membahas sebuah proyek guna melawan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah tersebut.

BY adminEdited Sat,28 Oct 2017,10:25 AM

Tunis, SPNA - Para kepala badan anti-narkotika di Timur Tengah, Rabu (25/10/2017), membahas sebuah proyek guna melawan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah tersebut.

Berbicara pada pembukaan Konferensi Arab ke-31 Kepala Badan Pengawas Obat-obatan di ibukota Tunisia, Tunis, Sekretaris Jenderal Dewan Menteri Dalam Negeri Arab, Mohammed Bin Ali Koman mengatakan, "Proyek ini akan memiliki dampak signifikan dalam mengurangi penyebaran obat-obatan dan mengurangi risiko perkembanganya."

"Konferensi ini juga membahas rancangan mekanisme peringatan dini Arab, guna memantau pertumbuhan di bidang narkoba, memerangi bahan-bahan tradisional dan psikologis, serta mengarahkan obat Tramadol ke dalam kontrol internasional."

Direktur Kantor Arab untuk Pengawasan Obat, Husein Mohammed Al-Shibli, mengatakan, "Negara-negara Arab siap menghadapi bencana obat-obatan yang telah menyebar ke seluruh dunia, melalui mekanisme kerja sama dan usaha bersama, guna menerapkan perang terhadap narkoba melalui kerangka nyata."

"Semua negara Arab sadar akan bahaya narkoba, dan olehnya perlu melakukan upaya nasional guna mengurangi pasokan dan permintaan obat-obatan terlarang. Mereka juga berusaha melindungi perbatasan mereka melalui koordinasi Arab-Arab dan koordinasi regional Arab terkait dengan kejahatan ini. "

"Upaya berhasil berhasil sebab telah terjadi penurunan drastis dalam prevalensi dan perdagangan narkoba," kata Al-Shibli tanpa memberikan angka pasti.

Dalam konteks yang sama, ia mengatakan bahwa "konferensi tersebut akan menerbitkan rekomendasi dan jumlah penyebaran obat-obatan di dunia Arab pada akhir pekerjaannya."

Al-Shibli menekankan bahwa "apa yang dihasilkan dalam konferensi tersebut adalah keputusan guna melahirkan koordinasi negara-negara Arab dalam menghadapi setiap perkembangan cara-cara penyelundupan narkoba, serta saling bertukar pengalaman dalam menghadapi kejahatan narkoba antara satu negara dengan yang lain, sehingga memungkinkan negara lain memperoleh manfaat.”

Perwakilan dari Kementerian Dalam Negeri Negara-negara Arab, Gulf Cooperation Council (GCC), Universitas Naif Arab untuk Ilmu Pengetahuan Keamanan, Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan, Organisasi Polisi Pidana Internasional, Dinas Kepolisian Eropa juga berpartisipasi dalam konferensi tersebut.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply