AS: Pence mengunjungi Mesir, Yordania dan Israel pada bulan Januari

Washington, D.C, SPNA - Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi Mesir, Yordania dan Israel dari tanggal 20-23 Januari mendatang, ....

BY adminEdited Wed,10 Jan 2018,11:24 AM

Washington, D.C, SPNA - Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi Mesir, Yordania dan Israel dari tanggal 20-23 Januari mendatang, Gedung Putih mengungkapkan, Senin (08/01/2018), mengawali rencana kunjungannya setelah Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam bulan lalu.

Pence akan mengadakan pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi, Raja Yordania Abdullah dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti diungkap Gedung Putih dalam sebuah pernyataan. Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas tidak akan bertemu dengan pejabat AS sebagai bentuk protes atas keputusan Trump tersebut.

Pence, pendukung kuat keputusan Trump di Yerusalem, juga akan mengunjungi Tembok Barat dan akan memberikan pidato di parlemen Israel.

Keputusan Trump tentang Yerusalem dan pengumuman pada bulan Desember bahwa Amerika Serikat akan memulai proses perpindahan kedutaannya dari Tel Aviv menyebabkan keributan dan demonstrasi di wilayah tersebut.

"Dengan arahan Presiden Trump, wakil presiden akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama dengan sekutu AS di kawasan tersebut guna mengalahkan radikalisme yang mengancam generasi masa depan," kata Alyssa Farah, juru bicara Pence.

Ia berencana akan berdiskusi dengan ketiga pemimpin tersebut mengenai "kerja sama dalam memerangi terorisme dan memperbaiki keamanan nasional kita," tambahnya.

Pada tanggal 6 Desember lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk secara formal mengakui Yerusalem bersatu sebagai ibu kota Israel dan berencana untuk memindahkan kedutaan besar Amerika ke kota yang diduduki tersebut. Keputusan tersebut dikutuk keras oleh banyak negara asing dan Arab di seluruh dunia. Ini juga memicu demonstrasi di wilayah Palestina yang diduduki dan di beberapa negara Muslim.

Israel telah menindak keras para dengan menahan lebih dari 600 orang sejak Trump mengumumkan keputusannya. Tindakan tersebut juga telah menargetkan wartawan yang telah menyoroti respon keras yang yang diambil Israel terhadap pemrotes yang tak bersenjata.

Pence menunda kunjungan yang direncanakan ke Mesir dan Israel bulan lalu untuk tetap berada di Washington guna memberikan suara di kongres mengenai rencana pemeriksaan pajak Trump.

(T.RA/S: Middle East Monitor)

leave a reply