Anak-Anak Gaza: Selamatkan kami dari kebrutalan Israel

Gaza, SPNA - Lebih dari 6.000 anak-anak Palestina berkumpul di central aquare di Kota Gaza, Ahad (04/02/2018). Mereka menyeru masyarakat dunia untuk segera terlibat mengakhiri pengepungan Israel yang telah berjalan selama 11 tahun di tanah kelahiran mereka.

BY adminEdited Mon,05 Feb 2018,11:07 AM

Gaza, SPNA - Lebih dari 6.000 anak-anak Palestina berkumpul di central aquare di Kota Gaza, Ahad (04/02/2018). Mereka menyeru masyarakat dunia untuk segera terlibat mengakhiri pengepungan Israel yang telah berjalan selama 11 tahun di tanah kelahiran mereka.

Anak-anak ini, yang telah merasakan tiga serangan besar-besaran Israel selama pengepungan tersebut, meminta agar dunia membantu mereka mendapatkan "kehidupan yang layak" sebagaimana anak-anak di belahan dunia lainnya.

Pekan lalu, pertemuan amal di Gaza mengumumkan bahwa Jalur Gaza adalah daerah yang "dilanda bencana" akibat pengepungan Israel yang ketat. Dampak pengepungan itu pula, bebrapa rumah sakit di Gaza harus berhenti beroperasi karena kekurangan pasokan listrik dan bahan bakar, juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Qidra mengumumkan.

Dalam aksi yang digelar anak-anka Gaza ini, Ammar abdul-Hamid (10) mengatakan, "Pendudukan Israel membunuh ayah saya. Saya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup. Sekarang, ibu saya tidak punya uang untuk menghidupi kami. Semuanya lumpuh akibat pengepungan Israel. "

Kepada dunia ia sampaikan, "Saya menyeru kepada semua manusia di dunia .. Lihatlah kami dan lihatlah hidup kami.. sungguh tak tertahankan."

Akibat diamnya dunia terhadap kejahatan Israel, ia bertanya, "Apa yang terjadi pada kemanusiaan Anda? Tidakkah kalian melihat hidup kami yang menyedihkan? Kasihanilah kami!"

Shad Qishta (8), yang kehilangan orang tuanya dalam serangan Israel tahun 2014 di Gaza, mengatakan, "Apa kesalahan kami sehingga dihukum dengan cara seperti ini? Tidakkah kalian rasakan betapa sulitnya menjalani hidup sebagai yatim piatu?"

Gadis kecil itu menambahkan, "Israel membunuh orangtuaku dan menghancurkan rumah kami. Israel memberlakukan pengepungan kepada kami empat tahun sebelum saya lahir. Apa lagi yang kalian tunggu?"

Ia melanjutkan, "Saya mengirim pesan ke negeri-negeri Arab dan Islam, juga ke seluruh dunia. Dimana Kalian, dimana kemurahan hati kalian? "

Kepada para pemimpin dunia ia bertanya, "Apa Anda tidak memiliki anak? Bisakah Anda terima bahwa anak-anak Anda memiliki kehidupan yang sama dengan saya? (sembari menangis) "

Gaza berada di bawah pengepungan Israel yang ketat sejak pertengahan 2007. Mesir mengambil bagian dalam pengepungan tersebut sejak awal, namun memperketat tindakannya terhadap Gaza sejak Presiden Mesir saat ini Abdel-Fattah al-Sisi menggulingkan Presiden Mesir Mohammed Morsi yang pertama kali dipilih secara bebas pada tahun 2013.

Dunia ikut terlibat dalam pengepungan Israel karena terus berdiam, dan banyak negara lainnya, termasuk Mesir, Arab Saudi dan Amerika Serikat mendukung pengepungan tersebut.

(T.RA/S: Days of Palestine)

leave a reply