Bentrok di sejumlah wilayah di Palestina, 1 gugur dan 86 cedera

Ramallah, SPNA - Seorang warga Palestina gugur dan 86 cedera dalam bentrokan dengan pasukan Israel (IDF) di sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.

BY adminEdited Sat,10 Mar 2018,09:42 AM

Ramallah, SPNA - Seorang warga Palestina gugur dan 86 cedera dalam bentrokan dengan pasukan Israel (IDF) di sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.

Bulan Sabit Merah Palestina, Jum’at (09/03/2018)  menyatakan telah memberikan perawatan kepada 73 korban luka-luka di kota-kota Nablus, Yerikho dan Ramallah di Tepi Barat.

2 korban menderita luka setelah ditembak dengan peluru panas, 19 dengan peluru karet, 47 lainnya cedera akibat menghirup gas air mata.

Sementara itu Kemenkes Palestina melaporkan bahwa pemuda Palestina berasal dari Hebron bernama , Muhammad Zain Al-Ja'bari terbunuh, dan 4 lainnya terluka oleh tentara Israel.

Di Gaza, juru bicara Kementerian Kesehatan, Ashraf al-Qaddoura, mengatakan bahwa 9 warga juga cedera dalam konfrontasi di perbatasan timur Gaza.

Sebelumnya Pusat Penelitian Abdullah Al-Haurani melaporkan bahwa selama bulan Februari, 9 warga Palestina gugur akibat kebrutalan pasukan Israel sementara puluhan lainnya menderita luka-luka di  sejumlah wilayah di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Israel juga menahan 420 warga Palestina dalam demonstrasi dan bentrok di sejumlah wilayah Tepi Barat, Yerusalem dan Jalur Gaza bulan lalu dimana diantara tahanan adalah anak-anak dibawah umur.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel dan akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut dimana hal ini membuat hubungan Palestina dan AS tegang.

Langkah AS tersebut ditentang oleh Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) yang menetapkan sebuah resolusi menentang keputusan Donald Trump dengan dukungan 128 negara. PBB menyatakan bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

Senin (15/1/2017)  Dewan Pusat Palestina mengumumkan, bahwa Palestina  akan menangguhkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel sampai Israel mengakui kedaulatan Palestina di perbatasan 1967 serta menghentikan  pendudukan terhadap Yerusalem Timur dan permukiman ilegal.

Abbas juga menolak menjadikan AS mediasi perundingan damai dengan Israel, serta menganggap peran AS dalam perundingan damai Palestina telah berakhir, Akibatnya AS mengancam memutuskan bantuan kemanusiaan kepada Palestina.

Jum’at lau, (23/02/2018) Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan bahwa AS akan meresmikan kedutaan baru di Yerusalem pada bulan Mei  mendatang bersamaan dengan peringatan 70 tahun kemerdekaan Israel, seperti dilansir Reuters.

Setiap Jumat, warga Palestina di sejumlah wilayah  menggelar demonstrasi menentang pembangunan dinding pemisah. Demonstrasi tersebut meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Al-Quds ibukota bagi Israel pada tanggal 6 Desember 2017 lalu.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply