Pangeran William akan lanjutkan kunjungan ke Israel meskipun 'pembantaian' terjadi di Gaza

London, SPNA - Pangeran William akan melanjutkan kunjungan kontroversialnya ke Israel dan wilayah-wilayah pendudukan kendati ada kecaman luas terhadap "pembantaian" ....

BY adminEdited Wed,16 May 2018,10:47 AM

London, SPNA - Pangeran William akan melanjutkan kunjungan kontroversialnya ke Israel dan wilayah-wilayah pendudukan kendati ada kecaman luas terhadap "pembantaian" yang dilakukan pasukan Israel terhadap para pengunjuk rasa Palestina di Gaza.

Kunjungan Duke of Cambridge ke Israel bulan depan tersebut akan disambut di Israel, dan telah diumumkan pada bulan Maret lalu.

Kunjungan yang direncanakan tersebut, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertama oleh kerajaan Inggris ke wilayah itu sejak 1948, telah memicu kontroversi baru dalam pekan oleh ini, yang dilayangan oleh anggota parlemen dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, yang menyeru untuk membatalkan atau menundanya.

Israel menewaskan puluhan warga Palestina di perbatasan Gaza saat mereka menuntuk hak untuk kembali ke desa-desa yang saat ini dicaplok oleh Israel. Aksi tersebut juga ditujuan untuk memprotes keputusan pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.

Anggota parlemen Caroline Lucas, co-pemimpin Green Party, mengatakan kepada Middle East Eye, "Jika pangeran tidak berbicara tentang kunjungannya maka Inggris, oleh warga Palestina dan di luar wilayah tersebut, akan dianggap diam dalam menghadapi penindasan. Jika Pangeran William tidak dapat berbicara tentang kunjungannya, maka itu harus dibatalkan dan seorang menteri pemerintah seharusnya dikirim sebagai gantinya.”

Sementara itu anggota parlemen Russell-Moyle mengatakan, “Pangeran harus menjelaskan bahwa dia tidak mendukung persenjataan pemerintahan yang membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Dia harus pergi dan memberi tahu Israel bahwa, ia pergi hanya mengunjungi Gaza atau menolak undangan mereka sama sekali. "

Anggota parlemen Geraint Davies mengatakan, "Ini bukan saat yang tepat bagi Pangeran William untuk berkunjung seolah-olah itu adalah urusan seperti biasa."

Namun demikian, juru bicara Istana Buckingham mengatakan kepada MEE pada hari Selasa bahwa "tidak ada perubahan" dan kunjungan itu akan terus berjalan seperti yang direncanakan. Dia mengatakan rincian lebih lanjut, termasuk tanggal kunjungan, akan diumumkan pada waktunya.

Ayah William, Pangeran Charles akan mewakili keluarga kerajaan pada pekan depan di Royal Albert Hall di London untuk menghadiri "Pllatinum - Israel ke 70", perayaan komunitas Yahudi untuk memperingati 70 tahun pendirian Israel.

Pengumuman pihak istana mengenai perjalanan William membuat pihak-pihak pro-Palestina menjadi cemas, di mana mereka ingin agar Inggris mengambil sikap tegas atas tindakan Israel di Gaza. "Kami percaya Pangeran William harus mempertimbangkan kembali perjalanan ini karena pembantaian Israel terhadap para demonstran Palestina di Gaza," ungkap Hugh Lanning, ketua Kampanye Solidaritas Palestina.

Berbicara pada bulan Maret lalu, Alan Hogarth, kepala kebijakan dan urusan pemerintah Amnesty International Inggris, meminta Pangeran William untuk mendukung kampanye Amnesti yang melarang impor dan penjualan semua barang yang diproduksi di permukiman ilegal Israel.

(T.RA/S: Middle East Eye)

leave a reply