Turki serahkan bantuan medis ke Palestina sebesar 1.2 Juta Dolar AS

Betlehem, SPNA - Badan Penanggulangan Bencana Turki menyerahkan bantuan sebesar 1.2 Juta Dolar kepada Organisasi Kesehatan Dunia untuk keperluan medis di Jalur Gaza.

BY adminEdited Tue,29 May 2018,10:39 AM

Betlehem, SPNA - Badan Penanggulangan Bencana Turki menyerahkan bantuan sebesar 1.2 Juta Dolar kepada Organisasi Kesehatan Dunia untuk keperluan medis di Jalur Gaza.

Bantuan tersebut ditandatangani Konsul Jenderal Turki di Yerusalem, Orhan Tupce dan diserahkan kepada Direktur Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia di Gaza, Mohammed Zaher.

Dalam keterangannya kepada Anadolu Agency, Orhan mengatakan bahwa bantuan ini adalah jawaban terhadap seruan PBB utuk membantu sektor kesehatan di Gaza. “Bantuan ini akan dialokasikan kepada 165 ribu pasien Gaza yang terluka dalam peristiwa Great March of Return.’’

Tupce juga menjelaskan bahwa Badan Kerjasama dan Badan Koordinasi Turki (TIKA) sebelumnya juga telah menyediakan bantuan obat-obatan dan peralatan medis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina.

‘’Bulan Sabit Merah Turki juga telah menyediakan bantuan medis ke Palang Merah Palestina menyusul peristiwa terakhir di Gaza,’’ terangnya.

Sementara itu, Perwakilan  Direktur Organisasi Kesehatan Dunia di Gaza, Mohammad Zaher, mengucapkan terima kasih kepada Turki yang  mengambil tindakan cepat menanggapi seruan PBB untuk membantu Gaza.

“Sebelumnya PBB telah mengumumkan bahwa Gaza membutuhkan  bantuan sebesar 1,1 Juta Dolar tetapi Turki justru memberikan bantuan 1,2 juta Dolar  di waktu yang tepat, ‘’ tambahnya.

Zaher menjelaskan bahwa Gaza membutuhkan sektor kesehatan Gaza membutuhkan bantuan sebesar 19 juta dolar.

Hingga saat ini 127 warga Palestina gugur dan 13190 lainnya luka-luka sejak digelarnya demonstrasi masal memperingati Great March of Return di perbatasan Gaza 30 Maret lalu serta menentang relokasi kedubes AS ke Al-Quds.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Jum’at (18/05/2018) menetapkan resolusi yang disetujui 29 anggotanya untuk membentuk Lembaga Pencari Fakta yang bersifat independen untuk meneliti peristiwa berdarah di Jalur Gaza serta menyelidiki pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap demonstran.

Selain itu Dewan Keamanan PBB dilaporkan mulai membahas rancangan resolusi yang diajukan oleh Kuwait untuk mengirimkan delegasi internasional ke Palestina yang bertanggung jawab melindungi warga sipil Palestina dari serangan Israel.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply