Peringati HUT Ke-73 Proklamasi RI, warga Gaza antusias ramaikan perlombaan ‘tujuhbelasan’

‘Tujuhbelasan’ adalah sebuah suguhan tradisi kemerdekaan yang sudah jamak dikenal di Indonesia. Menampilkan berbagai permainan tradisional guna meramaikan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Namun bagi warga Gaza, yang hidup nun jauh berjarak dengan Indonesia, tradisi ini terbilang sangatlah unik.

BY adminEdited Thu,16 Aug 2018,06:04 AM

SPNA - Gaza

Gaza, SPNA - ‘Tujuhbelasan’ adalah sebuah suguhan tradisi kemerdekaan yang sudah jamak dikenal di Indonesia. Menampilkan berbagai permainan tradisional guna meramaikan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Namun bagi warga Gaza, yang hidup nun jauh berjarak dengan Indonesia, tradisi ini terbilang sangatlah unik.

Menghadirkan tradisi seperti ini di tengah masyarakat Gaza adalah sebuah langkah yang bisa semakin mempererat hubungan kedua negara. Mengingat Indonesia dan Palestina adalah dua negara yang telah menjalin persahabat dalam rentan waktu yang lama. Sejak masa presiden pertama Indonesia hingga saat ini, Indonesia selalu menjadi negara yang mendukung kemerdekaan Palestina dari jajahan Israel. Pun Palestina, menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, saat pertama kali diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. Dan tepat 19 Oktober 1989, persahabatan kedua negara semakin erat dengan dimulainya hubungan diplomatik Indonesia-Palestina di tingkat kedutaan besar.

Untuk terus melestarikan tradisi dan jalinan kedua negara ini, Abdillah Onim, yang akrab disapa Bang Onim, di bawah bendera yayasan yang beliau dirikan, Yayasan Nusantara Palestina Center (NPC), melakukan sebuah terobosan dengan menggelar kegiatan ‘tujuhbelasan’ di Gaza jelang peringatan HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Selasa (14/08/2018), bertempat di taman Bisan Gaza Utara Palestina, berbagai perlombaan ‘tujuhbelasan’ seperti ; panjat pinang, lari karung, tarik tambang dll, digelar. Tak kurang dari 1,000 orang yang terdiri atas; anak yatim, keluarga fakir, santri hafidz Qur’an dan masyarakat umum, turut meramaikan perlombaan ala Indonesia ini.

Ahmad, seorang warga yang terlibat dalam perlomaan ini mengatakan, “Demi Allah, meski sesaat tapi kegiatan ini sangat membahagiakan kami. Ini kali pertama bagi kami terlibat dalam perlombaan seperti ini.”

“Kami baru tahu ternyata Indonesia sangat kaya dengan budaya, khususnya dalam menyambut hari kemerdekaan,” imbuhnya.

Sebagai salah satu pemenang lomba, Ahmad menyematkan sebuah harapan, “Suatu saat Palestina bisa merayakan Hari Kemerdekaannya di ibu kota Palestina, Al-Quds.”

Ia pun sangat berterimakasih kepada rakyat Palestina, khususnya panitiayang sudah susah payah menyelenggarakan kegiatan ini. “Tentunya butuh kerja keras untuk mewujudkan kegiatan besar seperti ini,” paparnya di akhir wawancara.

Sementara itu, Bang Onim, yang menjadi pencetus kegiatan ini mengungkapkan, “Selama lebih sepuluh tahun saya berada di Jalur Gaza, baru kali ini saya menyaksikan betapa cerianya warga Gaza, khususnya anak-anak, karena mendapat suguhan permainan, yang jika di Indonesia hanya dapat Anda saksikan saat tujublasan atau jelang HUT RI.”

 “Melalui perlombaan tersebut, mereka akan tahu bahwa untuk membebaskan Palestina perlu kerja sama, jalinan persatuan baik di luar maupun dari kubu faksi Palestina itu sendiri,” tambahnya.

“Sebut saja lomba panjat pinang dan tarik tambang. Dari perlombaan ini mereka bisa belajar bahwa  jika ingin meraih kemenangan, maka perlu kerja sama dan berada dalam satu komando, maka muncul kekuatan besar yang dapat mengalahkan lawan tandingnya,” beliau mencontohkan.

“Ini adalah usaha sederhana kami untuk menceriakan anak-anak Gaza. Perminan ini hanya sementara dan entah kapan lagi mereka bisa menyaksikannya, sebab kondisi di Gaza tak menentu yang sesekali dibom oleh Israel.”

“Selain perlombaan, saya selaku ketua panitia ‘tujublasan’ di Palestina sedang mempersiapkan pelaksaan HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di pusat Kota Jalur Gaza, dengan target menghadirkan 7,000 warga Palestina,” tutup Bang Onim.

leave a reply