Demi kurangi kemacetan, pemerintah Luxembourg gratiskan transportasi umum

Abu Dhabi, SPNA - Pertama kali di dunia, Pemerintah Luxembourg gratiskan transpotasi umum demi mengatasi kemacetan. Di waktu yang sama warga negara Eropa .....

BY adminEdited Thu,06 Dec 2018,12:11 PM

Abu Dhabi, SPNA - Pertama kali di dunia, Pemerintah Luxembourg gratiskan transpotasi umum demi mengatasi kemacetan. Di waktu yang sama warga negara Eropa lainnya malah mengeluh akibat mahalnya biaya transportasi umum yang ditetapkan pemerintah.

Surat kabar The Guardian menyebutkan Pemerintah Luxembourg akan menggratiskan biaya penggunaan kereta api, trem, dan bus sejak awa musim panas 2019. Kebijakan ini merupakan salah satu program Xavier Bettel, yang kembali terpilih sebagai Perdana Menteri.

Dengan program tersebut, pemerintah berharap pemilik mobil pribadi akan meninggalkan mobil mereka di rumah dan beralah ke angkutan umum. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di ibu kota negara.

Kota Luxembourg mengalami masalah kemacetan yang parah. Selain jumlah penduduk kota yang padat mereka juga kedatangan para pekerja dari luar ibu kota dalam jumlah yang besar.

Biaya transportasi di kota tersebut, untuk ukuran Eropa sebenarnya terbilang murah, mereka hanya mengeluarkan biaya dua Uero (32 rupiah) untuk perjalanan yang memakan waktu salama dua jam. Sedangkan harga kereta api kelas pertama berkisar antara tiga sampai empat Uero.

Di samping itu pemerintah Luxembourg juga menggratiskan biaya perjalanan untuk lansia di atas 60 tahun dan anak-anak.  Ditambah dengan penawaran menarik lainnya yang berlaku sepanjang tahun.

Kebijakan pemerintah untuk menggratiskan transportasi umum ini tidak lepas dari kritikan. Beberapa orang menilai hal tersebut dapat mengurangin kenyamanan transportasi umum. Sebagian gelandangan akan mengambil kesempatan untuk tidur di kereta api gratis.

Warga Eropa akhir-akhir ini mengeluh karena mahalnya biaya angkutan umum. Beberapa negara baru saja menyepakati kenaikan tarif transportasi menjelang tahun 2019.

(T.HN/S:Skynewsarabia)

leave a reply