Anggota parlemen Israel puji Cina atas kebijakan ‘kamp pendidikan ulang” bagi Muslim Xinjiang

Yerusalem, SPNA - Anggota parlemen Israel, Oren Hazan, pada hari Jumat pekan lalu menyatakan dukungannya terhadap Cina yang memenjarakan Muslim Uighur di ...

BY adminEdited Thu,27 Dec 2018,01:25 PM

Yerusalem, SPNA - Anggota parlemen Israel, Oren Hazan, pada hari Jumat pekan lalu menyatakan dukungannya terhadap Cina yang memenjarakan Muslim Uighur di "kamp pendidikan ulang." Hazan yang berasal dari partai Likud itu menyarankan agar Israel mengikuti langkah serupa.

"Menghancurkan rumah-rumah - Pengadilan Tinggi mencegahnya. Mendeportasi keluarga - kita sudah kehilangan itu," tulis Hazan di Twitter, merujuk pada upaya pemerintah Israel untuk menghukum keluarga individu yang dihukum karena terorisme.

"Kemudian Cina datang dan tampaknya menemukan garis hukum yang tepat untuk memerangi terorisme - karena saya yakin tidak ada konvensi, bahkan di Jenewa, yang pada tahun 2018 keberatan dengan pendidikan yang layak."

Diperkirakan satu juta orang, yang kebanyakan dari mereka adalah etnis Uighur - minoritas Muslim di Cina- ditahan di kamp-kamp di Cina barat laut.

Mantan tahanan yang berbicara dengan The Associated Press menggambarkan kamp-kamp pengasingan itu sebagai fasilitas yang diawasi oleh penjaga bersenjata, di mana umat Islam dipaksa untuk mengingkari kepercayaan agama mereka, mengkritik diri mereka sendiri dan orang-orang yang mereka cintai dan berterima kasih kepada Partai Komunis yang berkuasa.

Pemukulan dan kematian dilaporkan terjadi meskipun ada kontrol ketat pihak berwenang atas informasi dari wilayah tersebut.

Program penahanan telah menyeret orang-orang, termasuk kerabat warga negara Amerika, pada pelanggaran nyata mulai dari mengakses situs web asing hingga menghubungi kerabat di luar negeri.

Aspek-aspek lain dari tindakan keras keamanan telah dirinci AP termasuk pengawasan digital yang mencakup semua, penyebaran massal polisi dan peraturan parah terhadap kebiasaan dan pakaian menurut agama.

Cina membantah ada kamp pengasingan seperti itu tetapi mengatakan para penjahat yang terlibat dalam pelanggaran ringan dikirim ke "pusat pelatihan kerja dan pendidikan kejuruan" untuk membantu rehabilitasi dan reintegrasi mereka ke dalam masyarakat.

(T.RA/S: Haaretz)

leave a reply