Asyraf Al-Qudrah: Krisis bahan bakar kembali ganggu Layanan Kesehatan Gaza

Gaza, SPNA - Krisis bahan bakar kembali menggangu kelancaran layanan Kesehatan di rumah sakit Gaza. Hal ini terjadi seiring habisnya pasokan ....

BY adminEdited Tue,08 Jan 2019,11:56 AM

Gaza, SPNA - Krisis bahan bakar kembali menggangu kelancaran layanan Kesehatan di rumah sakit Gaza. Hal ini terjadi seiring habisnya pasokan bantuan bahan bakar yang diberikan oleh badan pemerhati pengungsi Palestina, UNRWA, pada bulan November lalu.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Asyraf Qudrah, mengatakan “Kami membutuhkan 300 ribu liter solar setiap bulannya untuk memenuhi kebutuhan listrik di rumah sakit Gaza.

Ia menyebutkan terdapat beberapa bagian rumah sakit yang memutuhkan pasokan listrik terus menerus, seperti ruang rawat darurat dan operasi.

Asyraf mengatakan bahan bakar yang tersedia saat ini hanya mampu memenuhi 50% kebutuhan rumah rakit. Sampai saat ini ia mengakui belum ada sousi untuk mengakhiri krisis tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina telah berusaha melakukan komunikasi dengan beberapa lembaga kemanusian baik lokal maupun internasional. Namun mereka belum dapat memberikan jawaban pasti terkait solusi bahan bakar.

Kemenkes Palestina Gaza mengajak semua pihak untuk turun tangan menyelamatkan ribuan pasien yang sedang dirawat di rumah sakit-rumah sakit Gaza.

Sebab utama di balik krisis tersebut adalah bokade Israel yang menghalangi masuknya bahan bakar ke Gaza. Blokade yang sudah berlangsung sejak tahun 200 tersebut tidak hanya menghancurkan layanan kesetatan Gaza, tapi hampir semua lini kehidupan warga merasakan dampaknya.

Koordinator Kemanusian PBB di wilayah Palestina, Jamie McGoldrick, menyebutkan kelangkaan bahan bakar disebabkan oleh izin yang sulit diperoleh dari Israel untuk memasukkan bahan bakar ke Gaza.

Menurutnya, krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza hanya bisa diselesaikan apabila elit politik mau berembuk mencari jalan perdamaian. Karena faktor kemanusiaan selalu kalah dengan kepentingan poolitik.

(T.HN/S: Palinfo)

leave a reply