Cetak “Generasi Qur’ani’’ , Daarul Al-Qur’an Indonesia kembali wisudakan 20 Hafidzah Qur'an di Palestina.

Awal tahun 2019 Daarul Qur'an cabang Palestina dua kali gelar wisuda untuk puluhan santriwati di Jalur Gaza Palestina, turut perbanyak generasi Qur'an di Palestina.

BY adminEdited Tue,02 Apr 2019,04:01 PM

Jalur Gaza, SPNA - Daarul Qur’an Indonesia, Kamis (28/03/2019) melaksanakan wisuda 20 siswi Hafizah. Acara tersebut dihadiri Aktivis Kemanusiaan Indonesia bapak Abdillah Onim digelar di Gaza Utara Palestina.

Ustazah Maryam al-Bursh, menjelaskan bahwa Daqu mewisudakan 20 siswi.  Lima siswi tersebut, baru menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sementara 15 lainnya adalah siswi yang sudah khatam  dan sedang mengikuti program penguatan hafalan.

“Siswa dan siswi di Daaqu Indonesia Jalur Gaza mempelajari Al-Qur’an berserta ilmu tajwid. Tidak hanya itu mereka juga dibekali dengan ilmu Tafsir serta mengikuti program penguatan hafalan, ‘’ terangnya.

Menurut penjelasannya, Daarul Qur’an memprioritaskan kualitas diatas kuantitas. Artinya siswa dibimbing agar dapat menghafal Al-Quran dengan kualitas bacaan yang bagus dan hafalan yang kuat.

“Berdasarkan kurikulum yang ditetapkan, santri Daaqu ditargetkan dapat mengkhatamkan Al-Qur’an selama 2.5 tahun, dimana setiap bulannya mereka dapat menghafal satu juz,” tambahnya.

Staf Pengajar Daaqu Gaza tesebut juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdillah Onim dan pihak yang mendukung Daaqu Indonesia demi mencetak “Generasi Qurani” di Jalur Gaza.

Berdasarkan keterangan Ustaz Gazi Ilwan, jumlah siswa yang belajar di Daaqu Gaza mencapai 190 orang. 90 dari mereka adalah putra dan 100 putri. “Program Tahfizul Qur’an diharapkan dapat menciptakan generasi Qurani yang berakhlakul karimah, ‘’ terangnya.

Pembimbing Daaqu Gaza tersebut juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Abdillah Onim dan pihak yang mendukung Daaqu Indonesia atas kontribusi mereka ditengah krisis di Gaza akibat blokade Israel.

Wisuda siswi Daaqu juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi, drama dan pembagian ijazah kepada siswi yang diwisuda.

Selain itu, Dr. Adibah al-Zein dalam pidatonya juga menjelaskan kedudukan Al-Qur’an yang mulia. “Seluruh para Nabi dianugerahi mukjizat oleh Allah. Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam sendiri dianugerahi mukjizat abadi yaitu Al-Qur’an.

Dalam hal ini Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

«إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ «  {سورة الحجر: 9}

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan kami pula yang akan memeliharanya. (Al-Hijir ayat 9)

Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Aqsa tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada Bapak Abdillah Onim, sebagai Perwakilan Pemerintah Indonesia dan seluruh pihak yang telah berkontribusi mencetak kader Al-Qur’an.

Salah satu siswi Daaqu,  Maryam Al-Hartani menceritakan pengalamannya  saat di Daarul Qur’an. “Saya mulai menghafal Al-Qur’an tahun 2016. Saat itu umur saya masih 15 tahun. Saya juga telah menyelesaikan program pendidikan tajwid dan tafsir.”

“Jika kami sudah menyelesaikan hafalan satu juz maka pihak pembimbing akan memberikan kami hadiah spesial. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mendukung kami, terutama Bapak Abdillah Onim, serta Pemerintah Indonesia yang senantiasa berdiri bersama Palestina,” ucapnya.

Jalur Gaza adalah wilayah selatan Palestina yang terisoliasi akibat blokade Israel selama lebih dari 12 tahun dan melumpuhkan seluruh lini kehidupan Gaza.

Sejak pemerintah Israel mengisolasi Gaza, tingkat kemiskinan Gaza bertambah pesat. Tercatat 53% warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar dari mereka tidak mampu menghidupi keluarganya.

Melihat situasi Gaza yang carut marut akibat blokade, Sekjen PBB, Antonio Guterres tahun 2018 lalu telah memperingatkan bahwa wilayah yang memiliki luas 365 persegi tersebut akan menjadi wilayah tak layak huni pada tahun 2020 mendatang. 

Sementara itu, Profesor Hubungan Internasional Universitas Oxford, Avi Shlaim mengatakan bahwa Israel telah mengubah Jalur Gaza menjadi penjara terbesar di dunia. 
(T.RS/Abdel Hamid Akkila)

leave a reply
Posting terakhir

MASYARAKAT INDONESIA BUKA PASAR SEMBAKO INDONESIA GRATIS DI PALESTINA, Bantuan dari Rakyat Indonesia untuk warga Gaza

 Pertama pasar sembako gratis digelar oleh masyarakat Indonesia Palestina tepatnya dikota Gaza, ratusan warga Gaza banjiri pasar sembako amanah dari rakyat Indonesia, mereka bebas memilih kebutuhan dan keperluan makanan sehari-hari seperti beras, minyak goreng, gula, garam, kurma, makarona dengan total 16 item jenis makanan, insya Allah pada Ramadhan 2019 ini kita gelar dengan program sama yaitu PASAR SEMBAKO INDONESIA GRATIS dan PASAR SAYUR DAN BUAH GRATIS, ungkap Abdillah Onim-Humanitarian activist and diplomacy Indonesia di Gaza.