Tiga Anggota Kongres AS Pendukung Israel Menentang Agenda Pencaplokan Tepi Barat Oleh Netanyahu

Senator Chuck Schumer, Bob Menendez, dan Ben Cardin yang diketahui merupakan sekutu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan bersama, menganggap bahwa langkah Israel akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan, seperti dikutip Maannews (20/06).

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,20 Jun 2020,02:49 PM

Washington ,SPNA - Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa tiga anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat menyatakan penolakan terbuka terhadap rencana pencaplokan Tepi Barat oleh Nentayahu.

 

Senator Chuck Schumer, Bob Menendez, dan Ben Cardin yang diketahui merupakan sekutu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam sebuah pernyataan bersama, menganggap bahwa langkah Israel akan merusak keamanan dan stabilitas kawasan, seperti dikutip Maannews (20/06).

 

Pernyataan ketiganya sempat mengejutkan kongres AS. Hal ini karena mereka memiliki hubungan dekat dengan lobi zionis AIPAC di Washington dan tidak  pernah  mengkritik Israel secara langsung.

 

"Sebagai pendukung kuat  hubungan Israel-Amerika, kami berkomitmen untuk menolak program rancangan Netanyahu terkait  pencaplokan  Tepi Barat. Diplomasi dan negosiasi adalah satu-satunya cara menciptakan perdamaian di kawasan  dan inilah sebab mengapa Kongres menentang gagasan pencaplokan Tepi Barat dalam beberapa tahun terakhir, '' ujar mereka.

 

Di saat yang sama, 200 anggota Partai Demokrat Amerika berencana menandatangi petisi terkait penolak aneksasi Tepi Barat untuk kemudian dikrimkan kepada Perdana Menteri Israel dan  Menteri Luar Negeri.

 

Netanyahu sebelumnya menyatakan berencana mencaplok 30% dari wilayah Tepi Barat pada pertengahan Juli mendatang sesuai dengan Kesepakatan Abad Ini yang diprakarsai Donald Trump.  

 

Rencana tersebut ditentang oleh Pemerintah Palestina, PBB dan Uni Eropa yang memandang bahwa hal ini  bertentangan dengan hukum.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah mengambil langkah tegas dengan memutuskan kerjasama dengan pihak Israel. Termasuk diantaranya kerjasama dalam bidang keamanan.

Disaat yang sama Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh juga menegaskan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akan menarik kembali pengakuannya atas Israel jika Tel Aviv mencoba mengusik kemerdekaan Palestina dibatas wilayah yang disepakati 4 Juni 1967.

 

 

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir