Pantau Gerakan Palestina, Tentara Pendudukan Pasang Sistem Kamera dan Perangkat Teknologi di Selatan Tepi Barat

Perwira tersebut menyebutkan bahwa sistem ini adalah bagian dari rencana militer jangka panjang "Tanova", yang diajukan oleh Kepala Staf Tentara Israel, Aviv Kochavi, dengan catatan bahwa sistem ini sampai saat ini belum disetujui secara resmi. Dia menambahkan: "Ini adalah salah satu sistem paling rahasia di tentara Israel, dan tidak dapat diperincikan lebih lanjut. Sistem ini dibangun dengan tujuan menggagalkan operasi gerilya beberapa menit sebelum terjadi."

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,25 Jul 2020,11:21 AM

Tepi Barat, SPNA – Awal pekan ini, tentara pendudukan Israel memasang sistem kamera dan perangkat teknologi di selatan Tepi Barat dan kota Hebron, dengan tujuan memantau gerakan Palestina dan menggagalkan operasi gerilya.

Menurut surat kabar Macor Rishon tertanggal 24 Juli 2020, tentara pendudukan menyebutnya “pembatasan yang cerdas dan mematikan", dan tentara telah mengerahkan sistem semacam itu di Tepi Barat utara, tahun lalu.

Mengutip dari seorang perwira senior dalam pasukan pendudukan, Macor Rishon merilis bahwa sistem kamera tersebut terlebih dahulu di-upgrade sebelum dipasang di selatan Tepi Barat. Dan untuk mengecek kesesuaian sistem tersebut dengan daerah terkait, diberlakukan beberapa eksperimen dan skenario, mulai dari penusukan hingga penembakan dari dalam rumah.

"Saya dapat mengatakan bahwa sistem ini sudah teruji dalam semua tes dan skenario, dan sistem yang praktis ini akan banyak membantu dalam mempertahankan jalinan kehidupan yang sehat di wilayah tersebut."

Perwira tersebut menyebutkan bahwa sistem ini adalah bagian dari rencana militer jangka panjang "Tanova", yang diajukan oleh Kepala Staf Tentara Israel, Aviv Kochavi, dengan catatan bahwa sistem ini sampai saat ini belum disetujui secara resmi. Dia menambahkan: "Ini adalah salah satu sistem paling rahasia di tentara Israel, dan tidak dapat diperincikan lebih lanjut. Sistem ini dibangun dengan tujuan menggagalkan operasi gerilya beberapa menit sebelum terjadi."

Seorang perwira lain mengatakan bahwa sejumlah besar kamera keamanan telah dikerahkan untuk memantau segala gerakan yang mencurigakan, bersama dengan perangkat peringatan untuk pasukan militer di dekat tempat kejadian.

Sementara menurut perwira lainnya, banyak sumber daya teknologi yang diinvestasikan tahun 2020 untuk wilayah ini, terutama di pos-pos terdepan di Hebron dan Masjid Ibrahimi. “Kami mengembangkan di divisi pengintaian dan pertahanan dunia maya berbagai fitur teknologi dengan menggabungkan kemampuan kecerdasan buatan dan perangkat sensor di wilayah ini, sehingga informasi tersebut akan tersedia untuk pasukan pendudukan.”

Surat kabar tersebut mengatakan bahwa sistem ini dapat mendiagnosis dan melacak seseorang, mendeteksi tanda-tanda yang mencurigakan, memberikan peringatan dan memperingatkan tentara terdekat dan mengirim pasukan ke lokasi.

Menurut salah seorang perwira, "Tugas paling rumit adalah kota Hebron, tempat para pemukim yahudi hidup berdampingan dengan warga Palestina dan Hamas, yang terus berusaha melakukan gerilya.”

Meskipun canggih, sistem itu tetap mengharuskan pasukan pendudukan untuk selalu siap dan siaga, karena teknologi ini hanya sebagai pengintai saja, bukan menggantikan tugas pendudukan mereka.

 (T.NA/S: Paltoday)

leave a reply
Posting terakhir