Israel Umumkan Kelonggaran Blokade di Jalur Gaza

“Jalur Gaza juga akan diizinkan untuk mengimpor bahan medis, peralatan untuk menangkap ikan, dan bahan baku bagi industri dan tekstil, dari Israel ke Jalur Gaza melalui pintu perbatasan Kerem Shalom,” kata Koordinator Pemerintah Pendudukan.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,13 Jul 2021,11:42 AM

Tel Aviv, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, pada Senin (12/07/2021), mengumumkan adanya kebijakan baru terhadap Jalur Gaza untuk melonggarkan sedikit blokade ketat yang mereka terapkan, terutama pascaagresi terakhir yang terjadi sekitar dua bulan lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Koordinator Pemerintah Pendudukan menyatakan bahwa sebuah kebijakan untuk memperluas batas wilayah penangkapan ikan dari awalnya sembilan mil menjadi 12 mil laut. Kebijakan ini mulai berlaku dan diterapkan pada Senin (12/07/2021).

“Jalur Gaza juga akan diizinkan untuk mengimpor bahan medis, peralatan untuk menangkap ikan, dan bahan baku bagi industri dan tekstil, dari Israel ke Jalur Gaza melalui pintu perbatasan Kerem Shalom,” kata Koordinator Pemerintah Pendudukan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut juga akan memungkinkan Jalur Gaza mengekspor produk pertanian dan tekstil dari Gaza ke Israel.

Koordinator pemerintah menyebut bahwa kebijakan tersebut diberlakukan setelah terjadinya setelah menganalisis situasi keamanan umum dan persetujuan dari politik dalam negeri.

Sejak agresi Israel yang terjadi pada 10 Mei lalu, otoritas pendudukan Israel telah menutup penyeberangan Gaza dan sepenuhnya melarang penangkapan ikan laut, sebelum mulai mengizinkan beberapa jenis barang tertentu pada minggu lalu.

Pejabat internasional yang mengunjungi Jalur Gaza baru-baru ini menyerukan untuk membuka semua pintu perbatasan, mencabut blokade terhadap lalu lintas barang dan orang, serta mengakhiri blokade atas Jalur Gaza untuk membantu proses rekonstruksi.

Pada acara konferensi pers yang diadakan Komite  Rekontruksi Gaza, pada Senin (12/07/2021), untuk menunjukkan data kerusakan yang ditimbulkan agresi Israel baru-baru ini di Jalur Gaza. Berdasarkan pernyataan yang dikeluarkan selama konferensi pers, kerugian material akibat agresi Israel diperkirakan mencapai 476 juta dolar. Ini belum termasuk jumlah penduduk Palestina yang tewas  selama agresi.

Berdasarkan angka statistik terakhir yang dicatat Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada 21 Mei 2021, sebagaimana dilansir dari RT Arabic, menyebutkan bahwa jumlah korban tewas akibat pemboman Israel terhadap Jalur Gaza mencapai 248, termasuk 66 anak-anak, 39 wanita, 17 orang tua. Sedangkan jumlah korban luka mencapai lebih dari 1.900.

(T.FJ/S: Palinfo, RT Arabic)

leave a reply