Komite Palang Merah Internasional: 80% Penduduk Gaza Mengalami Kekurangan Listrik

Kondisi ini mengancam keberlansungan sektor kesehatan dan kehidupan sehari-hari warga Gaza, sebab mayoritas penduduk tidak bisa mendinginkan makanan dan pabrik pengolahan limbah tidak bisa beroperasi.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,04 Aug 2021,02:58 PM

Gaza, SPNA - Delapan puluh persen penduduk Jalur Gaza mengalami kekurangan pasokan listrik yang sangat parah, Komite Palang Merah Internasional (ICRC) mengatakan dalam laporannya yang dirilis pada Senin (02/08/2021).

Sebanyak “80 persen populasi di Gaza hidup dalam kegelapan, di mana mereka hanya menerima pasokan listrik selama 10-12 jam per hari,” ungkap ICRC dalam penelitiannya baru-baru ini. Lembaga ini memperingatkan maslah tersebut akan menjadi “lebih besar saat puncak musim dingin.”

Laporan tersebut menambahkan bahwa pengurangan pasokan listrik menimbulkan “ancaman pada sektor kesehatan dan kehidupan sehari-hari bagi warga Gaza, sebab mayoritas penduduk tidak bisa mendinginkan makanan dan pabrik pengolahan limbah tidak bisa beroperasi.”

“Disaat beberapa warga bisa memperoleh tambahan pasokan listrik dari generator, setidaknya 500.000 warga lainnya tidak bisa memperoleh tambahan listrik, sehingga mereka terpaksa melalui hari-hari tanpa pasokan listrik,” ungkap ICRC.

Gaza telah mengalami krisis listrik akibat blokade berkelanjutan Israel yang membatasi pasokan dan masuknya bahan bakar yang dibutuhkan untuk menghidupkan satu-satunya pembangkit listrik di Jalur Gaza. Akibatnya, pembangkit listrik tersebut hanya bisa memproduksi 50 persen dari total kebutuhan listrik di Jalur Gaza. Wilayah ini juga menerima 120 megawatt listrik dari Israel dan 30 lebih dari Mesir.

(T.RA/S: Shehab)

leave a reply
Posting terakhir