WhatsApp Gugat Israel Karena Terlibat dalam Peretasn Ponsel di Seluruh Dunia

WatsApp menuduh Israel membantu pemerintah membobol ponsel sekitar 1.400 pengguna di empat benua.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,30 Oct 2019,11:36 AM

San Francisco, SPNA - WhatsApp menggugat perusahaan Israel NSO Group pada hari Selasa (29/10/2019), dan menuduhnya membantu pemerintah membobol ponsel sekitar 1.400 pengguna di empat benua. Ini dilakukan dalam sebuah aksi peretasan yang menyasar para diplomat, pembangkang politik, wartawan dan pejabat senior pemerintah, lapor Reuters.

Dalam gugatan yang diajukan di pengadilan federal di San Francisco, layanan pesan WhatsApp, yang dimiliki oleh Facebook Inc, menuduh NSO memfasilitasi kegiatan peretasan pemerintah di 20 negara. Meksiko, Uni Emirat Arab dan Bahrain adalah negara-negara yang diidentifikasi.

Dalam pernyataannya, WhatsApp mengatakan bahwa 100 anggota masyarakat sipil telah menjadi sasaran, dan menyebut ini sebagai"pola pelecehan."

Sementara itu, NSO membantah tuduhan tersebut. "Kami membantah tuduhan hari ini dan akan melawan dengan keras," kata NSO dalam sebuah pernyataan.

"Satu-satunya tujuan NSO adalah untuk menyediakan teknologi bagi badan intelijen dan penegak hukum pemerintah berlisensi guna membantu mereka memerangi terorisme dan kejahatan serius."

WhatsApp mengatakan bahwa serangan itu mengeksploitasi sistem panggilan video untuk mengirim malware ke perangkat seluler sejumlah pengguna. Malware tersebut akan memungkinkan klien NSO - pemerintah dan organisasi intelijen - untuk secara diam-diam memata-matai pemilik ponsel, membuka kehidupan digital mereka hingga pengawasan resmi.

WhatsApp digunakan oleh sekitar 1,5 miliar orang setiap bulan dan sering disebut-sebut memiliki tingkat keamanan yang tinggi, termasuk pesan end-to-end encrypted yang tidak dapat diuraikan oleh WhatsApp atau pihak ketiga lainnya.

Citizen Lab, sebuah laboratorium penelitian keamanan siber yang berbasis di University of Toronto yang bekerja dengan WhatsApp untuk menyelidiki peretasan telepon, mengatakan kepada Reuters bahwa sasarannya termasuk tokoh-tokoh televisi yang terkenal, para wanita terkemuka yang telah menjadi sasaran serangan kebencian online dan orang-orang yang telah menghadapi "Upaya pembunuhan dan ancaman kekerasan."

Citizen Lab maupun WhatsApp tidak mengidentifikasi target berdasarkan nama.

Pemerintah semakin beralih ke perangkat lunak peretasan yang canggih ketika para pejabat berupaya mendorong kekuatan pengawasan mereka ke sudut terjauh kehidupan digital warga mereka.

Perusahaan seperti NSO mengatakan bahwa teknologi mereka memungkinkan para pejabat untuk menghindari enkripsi yang semakin melindungi data yang disimpan di ponsel dan perangkat lain. Tetapi pemerintah jarang berbicara tentang kemampuan mereka di depan umum, yang berarti bahwa gangguan digital seperti yang mempengaruhi WhatsApp biasanya terjadi di bawah 'bayang-bayang.'

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir