PLO Tuntut Permintaan Maaf Inggris terkait Deklarasi Balfour

Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat mengatakan, "ni saatnya bagi Inggris untuk meminta maaf guna merealisasikan hak-hak politik warga Palestina, yang diingkari pada satu abad silam.“

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,04 Nov 2019,11:52 AM

Ramallah, SPNA - Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyeru Inggris untuk meminta maaf atas Deklarasi Balfour 1917, sebuah dokumen yang menjadi dasar pembentukan negara Israel.

“Ini saatnya bagi Inggris untuk meminta maaf guna merealisasikan hak-hak politik warga Palestina, yang diingkari pada satu abad silam,“ Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat mengeluarkan pernyataan pada Sabtu (02/11/2019).

Ia mengatakan.”Palestina tetap menjadi korban atas perjanjian kolonialis ini ... yang telah menolak hak-hak politik rakyat kami dan hak sah mereka untuk menentukan nasib sendiri.”

Deklarasi Balfour, yang ditandatangani pada 2 November 1917, adalah sebuah surat yang dikirim oleh Sekretaris Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, kepada Lord Walter Rothschild, seorang pemimpin Israel terkemuka.

Deklarasi ini merupakan hasil dari tiga tahun perundingan antara pemerintah Inggris, komunitas Yahudi Inggris dan Organisasi Zionis Internasional.

Dua tahun lalu, memperingati satu abad Deklarasi Balfour oleh Perdana Menteri Inggris, Theresa May, ia mengundang rekan Israelnya, Benyamin Netanyahu, guna merayakan ini dengan penuh kebanggaan. Meskipun fakta menunjukkan bahwa lebih dari 13.000 orang telah menandatangani petisi yang diluncurkan oleh Palestinian Return Centre, yang menyeru pemerintah Inggris untuk meminta maaf.

Inggis belum mengakui tanggung jawab historisnya atas bencana yang dihadapi rakyat Palestina akibat perjanjian ini. Pemerintah terus menghindar dengan pernyataan yang berisi niat baik, yang justru tidak bisa mengakhiri pendudukan dan memberikan hal bagi rakyat Palestina untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Bulan lalu, Husam Zomlot, Duta Besar Palestina untuk Inggris, menyebut bahwa penundaan negara Ratu Elizabeth tersebut untuk mengakui negara Palestina adalah ilegal.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir