New York Times Serukan Donald Trump Agar Berhenti Dukung Netanyahu

The New York Times, Sabtu (23/11/2019) menuntut Presiden Donald Trump untuk fokus pada persoalan dalam negeri dan berhenti  menyelamatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menghadapi tuduhan korupsi, penipuan dan ketidakjujuran.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,24 Nov 2019,11:17 AM

Betlehem - The New York Times, Sabtu (23/11/2019) menuntut Presiden Donald Trump untuk fokus pada persoalan dalam negeri dan berhenti  menyelamatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menghadapi tuduhan korupsi, penipuan dan ketidakjujuran.

Surat kabar AS itu juga mengatakan bahwa pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, yang melegalkan permukiman Israel di Tepi Barat merupakan upaya putus asa untuk menyelamatkan Netanyahu.

New York Times menilai pernyataan Pompeo tak akan mengubah fakta bahwa permukiman Israel di Tepi Barat “ilegal” berdasarkan hukum internasional. Langkah Pompeo  justru  menghambat proses perdamaian, Maannews melaporkan.

Sebelumnya lebih dari 100 anggota Kongres AS menandatangani petisi berisi protes kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang menghalalkan permukiman Israel di Tepi Barat.

Melalui petisi tertanggal 21 November 2019, sebanyak  106 anggota Kongres dari Partai Demokrat menyatakan protes keras terhadap keputusan Kementerian Luar Negeri AS untuk meninjau kembali kebijakan AS yang sudah berlaku sejak 1978 terkait permukiman Israel, Rt Arabic melaporkan.

Disaat yang sama DK PBB juga menegaskan bahwa permukiman Israel secara nyata telah melanggar hukum.

Mike Pompeo menyatakan Minggu lalu bahwa permukiman Israel tidak melanggar hukum internasional. Hal disampaikan Menlu AS tersebut meskipun Dewan Keamanan PBB sudah menetapkan permukiman Israel ilegal.

Lebih dari 600.000 warga Israel tinggal di Al-Quds dan Tepi Barat berdampingan dengan lebih dari 3 juta warga Palestina.

Sampai saat ini isu pembangunan hunian Israel menjadi salah satu isu  paling kontroversial dalam konflik Israel-Palestina.

Liga Arab baru-baru ini menyatakan akan mengadakan pertemuan darurat tingkat menteri luar negeri Senin mendatang di Kairo untuk membahas situasi di Palestina.

(T.RS/S:Maannews)

leave a reply
Posting terakhir