10.000 Warga Palestina Banjiri Kota Ramallah Dalam Aksi Demo Menolak Deal of Century

Sumber-sumber di Ramallah menyebutkan bahwa sekitar sepuluh ribu warga Palestina berpartisipasi dalam aksi protes menolak Deal of Century di Ramallah, Selasa (11/02).

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,12 Feb 2020,11:20 AM

Ramallah, SPNA - Sumber-sumber di Ramallah menyebutkan bahwa sekitar sepuluh ribu warga Palestina berpartisipasi dalam aksi protes menolak Deal of Century di Ramallah, Selasa (11/02).

Partisipan juga menyatakan dukungan atas sikap tegas Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menolak solusi danai AS tersebut.

Sejumlah pengamat mengatakan bahwa ini adalah aksi protes terbesar yang dimotori gerakan Fatah dimana ribuan warga Palestina dari berbagai wilayah membanjiri kota Ramallah.

Hadir dalam aksi tersebut, Presiden Palestina Mohammad Shtayyeh serta beberapa tokoh gerakan Fatah dan Organisasi Pembebasan Palestina) PLO).

"Sebagaimana Pemerintah Palestina telah menolak Perjanjian Camp David maka kita juga akan menolak Deal of Century," tegas Shtayyeh.

Sementara itu, Muhammad Al-Aloul, tokoh kedua paling berpengaruh dalam gerakan Fatah mengatakan: "Tidak satupun bangsa Palestina yang menerima solusi damai yang merebut Al-Quds dari tangan mereka. Ini adalah Al-Quds Muhammad, yang dibela oleh Arafat,  Faisal Husaini dan tokoh pahlawan Palestina lainnya. Kami tidak akan menyerahkan kota suci ini ke Israel," tegasnya.

Aksi yang sama juga digelar di Turki. Ribuan warga Turki, Minggu (09/02) menggelar aksi masal mengecam Deal of Century yang diusung oleh Amerika Serikat.

"Kota suci Al-Quds milik umat Islam'' teriak ribuan demonstran yang memadati alun-alun Yenikapı sambil membawa bendera dan spanduk berisi dukungan terhadap Palestina.

"Palestina selamanya akan menjadi negara Islam. Palestina adalah negara Salahuddin Al-Ayyubi, Sulaiman Al-Qanuni serta Muhammad Al-Fatih,'' seru pemimpin Saadet Party, Temel Karamollaoğlu dalam orasinya.

"Deskriminasi yang didukung Deal of Century tidak akan terus berlangsung selamanya, '' tambahnya.

Di saat yang sama, Walikota Istanbul,  Ekrem İmamoğlu menegaskan penolakan terhadap Deal of Century di Palestna. "Turki akan selalu  mendukung Palestina. Kota Al-Quds telah menjadi ibukota suci umat Islam sepanjang sejarah," ujarnya.

Menurutnya, solusi Donald Trump telah membuktikan bahwa AS dan Israel adalah negara anti-perdamaian.

Deal of Century yang digagas Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah menetapkan Yerusalem ibukota bersatu bagi Israel.

 

Berdasarkan rencana Trump, ibukota Palestina akan dipindahkan di lingkungan Arab di sisi timur tembok apartheid Al-Quds. Lokasi tersebut terpisah dari seluruh wilayah Al-Quds lainnya. Wilayah tersebut mencakup Kafr Aqab, Abu Dis dan Shuafat. Palestina dapat menamai wilayah tersebut dengan "Al-Quds" menggunakan istilah

 

Sementara untuk situs suci di Al-Quds akan tetap berada dibawah kuasa Israel, termasuk Masjid Al-Aqsa.

 

Hal ini ditentang oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menegaskan bahwa "Yerusalem tidak dijual. Kesepakatan konspirasi AS tidak akan berlaku di Palestina karena hanya melayani kepentingan Israel,'' tegasnya.

 

Indonesia dan Tunisia telah mengajukan Rancangan Resolusi menolak Deal of Century ke DK PBB. Berdasarkan RUU tersebut, Pemerintahan Donald Trump dinilai telah melanggar hukum internasional serta keputusan PBB. 

Sekjen PBB, Antonoio Guterres juga menegaskan dukungannya terhadap solusi dua negara dan keputusan DK PBB dalam menyelesaikan krisis di Palestina, serta  menolak Deal of Century yang digagas Donald Trump. 

Sikap yang sama disampaikan oleh Uni Eropa. Penanggung Jawab Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borell menilai bahwa Deal of Century bertentangan dengan hukum internaisonal yang telah disepakati bersama.

(T.RS/S:I24News)

leave a reply
Posting terakhir