Protes serangan di rumah sakit, dokter Palestina mogok kerja selama 2 jam

Bethlehem, SPNA - Dokter Palestina yang bekerja di rumah sakit umum di Tepi Barat melakukan mogok kerja selama dua jam, sejak pukul 09:00 hingga 11:00 waktu setempat, Selasa (01/08/2017).

BY Abdelhamid Akkil Edited Wed,02 Aug 2017,10:53 AM
8.jpg

  Ma’an News - Gaza City

Bethlehem, SPNA - Dokter Palestina yang bekerja di rumah sakit umum di Tepi Barat melakukan mogok kerja selama dua jam, sejak pukul 09:00 hingga 11:00 waktu setempat, Selasa (01/08/2017). Aksi ini dilakukan untuk memprotes serangan terhadap rumah sakit di Jenin dan Hebron, di mana orang-orang bersenjata menyerbu rumah sakit, menghancurkan peralatan dan menyerang para dokter.

Juru bicara Persatuan Dokter Palestina, Nitham Najib, mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Rami Hamdallah untuk memberikan perlindungan yang lebih banyak kepada dokter dan tim medis di rumah sakit Palestina, menyusul penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang Palestina bersenjata di kedua rumah sakit tersebut, yaitu RS. Al-Razi di Jenin dan RS. Alia di Hebron, Senin (31/07/2017).

Menurut juru bicara polisi Palestina, Luay Irzeiqat, orang-orang bersenjata telah memasuki ruang gawat darurat rumah sakit al-Razi dan "menghancurkan peralatan, sebuah ambulans, dan melepaskan dua tembakan."

Kantor berita Palestina Wafa melaporkan bahwa tersangka penyerang di Jenin "sangat marah oleh administrasi rumah sakit tersebut karena menolak memindahkan salah satu pasien ke sebuah rumah sakit di Israel."

Wafa mencatat pemendahan semacam itu biasanya memakan waktu, karena harus disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Sebuah video menunjukkan seorang pria bersenjata mengarahkan senapannya ke dokter, sementara pria yang lain merusak peralatan dan menyerang anggota staf rumah sakit.

Direktur Jenderal rumah sakit umum Alia di Hebron, Walid Zalloum, menjelaskan bahwa "tanpa alasan” dokter di rumah sakit tersebut diserang pada Senin malam. Penyerang bersenjata menampar seorang dokter. Ia menyebut insiden tersebut sebagai "serangan terhadap lembaga medis di distrik Hebron dan semua distrik lain di tanah air (Palestina).

Dalam aksi yang berlangsung selama dua jam tersebut, Zalloum mengatakan, "Para penyerang itu tidak ragu untuk membunuh para dokter. Itu adalah sikap pengecut yang tidak bisa diterima. "

Juru bicara persatuan dokter di Hebron, Khalid Sarahnah, juga mengecam "serangan kriminal" tersebut. Ia mendesak Abbas, Hamdallah, dan Menteri Kesehatan Jawad Awwad untuk memperkenalkan peraturan yang dapat mengakhiri serangan serupa, yang sudah terjadi beberapa kali.

Dia juga mendesak para ulama untuk mendidik masyarakat tentang bagaimana memperlakukan dokter dan tim medis.

Wafa melaporkan bahwa juru bicara pemerintah Palestina Yousif al-Mahmoud telah mengkonfirmasi bahwa "sejumlah penjahat" di balik serangan tersebut sekarang berada dalam tahanan polisi.

Daerah-daerah tertentu di Tepi Barat telah menangani isu mengenai orang-orang bersenjata Palestina. Insiden kekerasan seperti ini meningkat sejak tahun 2016 ketika Otoritas Palestina (PA) mulai menindak perdagangan senjata di Tepi Barat.


Penerjemah: Ratna

leave a reply