WHO: Israel tolak 2 dari 5 izin perawatan pasien di Gaza

Bethlehem, SPNA - Sepanjang bulan Juli lalu, dua dari setiap lima pasien di Jalur Gaza, oleh pemerintah Israel, ditolak untuk memperoleh perawtan medis di luar negeri.

BY adminEdited Mon,11 Sep 2017,12:54 PM

Bethlehem, SPNA - Sepanjang bulan Juli lalu, dua dari setiap lima pasien di Jalur Gaza, oleh pemerintah Israel, ditolak untuk memperoleh perawtan medis di luar negeri. Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (08/09/2017).

Selama periode tersebut, dua warga Palestina - seorang anak laki-laki berusia lima tahun dan seorang pria berusia 22 tahun - meninggal dalam masa menunggu izin meninggalkan wilayah yang diblokade tersebut untuk memperoleh perawatan.

Yousef Zourub, pria berusia 22 tahun yang mengidap penyakit Gaucher, mengalami kasus pneumonia parah dan melewatkan beberapa janji di Rumah Sakit Makassed di Al-Quds setelah permohonannya untuk keluar telah tertunda oleh pihak Israel.

Menyususl permohonannya untuk membuat janji pada pihak rumah sakit pada tanggal 16 Juli lalu, pada hari yang sama, Layanan Keamanan Umum Israel meminta agar Zourub muncul untuk diiinterogasi oleh pihak keamanan di perbatasan Israel Erez. Namun, ia akhirnya meninggal di Rumah Sakit Gaza Eropa pada hari tersebut.

Dalam laporan bulanannya mengenai rujukan pasien Gaza, WHO menyebutkan bahwa 42,6 % menyaksikan bahwa izin mereka ditunda atau bahkan ditolak. Sebanyak 45 dari total 1.847 pengajuan izin, ditolak. Sementara 742 lainnya tertunda tanpa tanggapan dari Israel mengenai janji yang telah dibuat pasien terhadap pihak rumah sakit.

Dari pasien yang tertunda tersebut, 153 anak adalah anak di bawah umur dan 89 lansia berusia lebih dari 60 tahun.

Sementara pada bulan Juni, mayoritas permohonan izin pasien ditunda atau ditolak, dan hanya 47,7 % dari total 2.013 pemohon untuk menemani anggota keluarga berobat yang memperoleh persetujuan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 94 % (57 laki-laki; 37 perempuan) diminta untuk diinterogasi oleh Layanan Keamanan Umum Israel di Erez pada bulan Juli lalu. Hanya lima orang yang diizinkan untuk bepergian guna perawatan kesehatan.

Kenaikan signifikan terjadi setelah Otoritas Palestina (PA) dituduh sengaja mencegah warga Palestina di Jalur Gaza -yang hendak memperoleh perawatan kesehatan- untuk meninggalkan wilayah tersebut

Menurut organisasi lokal Pusat Hak Asasi Manusia al-Mezan, 15 pasien medis meninggal di Gaza sejak awal tahun ini, setelah permohonan izin mereka ditolak oleh pihak berwenang Israel.

(T.RA/S: Ma’an News)

leave a reply