اعلان 1

Kepala keamanan Israel: Situasi di Tepi Barat “rapuh”

Tepi Barat, SPNA - Ahad (10/09/2017), kepala badan keamanan Israel Shin Bet, Nadav Argaman, menjelaskan bahwa situasi saat ini di wilayah Tepi Barat yang diduduki Isral sangatlah “.....

Edited Sep 14,2017 10:43

Tepi Barat, SPNA - Ahad (10/09/2017), kepala badan keamanan Israel Shin Bet, Nadav Argaman, menjelaskan bahwa situasi saat ini di wilayah Tepi Barat yang diduduki Isral sangatlah “rapuh” dan bisa “meledak” sewaktu-waktu. Dalam pertemuan mingguan Kabinet, Nadav memaparkan bahwa lembaganya telah berhasil mengacaukan 200 “rencana serangan teroris” yang dilakukan oleh warga Palestina sejak awal tahun ini, di antaranya; aksi bom bunuh diri, penculikan dan penembakan.

 Dalam dua bulan terakhir,”Shin Bet telah menemukan 70 sel lokal Palestina,” ungkap Argaman. “Mereka berencana melakukan serangan pada tingkatan yang berbeda.”

Kepala badan keamanan tersebut mengklaim bahwa Gerakan Perlawanan Israel Palestina, Hamas, telah bekerja sepanjang tahun lalu untuk mengidentifikasi target baru dan merencanakan melakukan serangan yang diluncurkan dari Tepi Barat. Ia tidak memberikan rincian mengenai sasaran yang dituju dan seperti apa serangan tersebut dilakukan.

Di Gaza, ungkap Argaman, Hamas sudah siap menghadapi babak baru pertempuran melawan Israel. Ketenangan yang terjadi saat ini di wilayah tersebut  hanyalah “tipuan” sebab Hamas telah menginvestasikan banyak sumber daya guna menghadapi pertempuran tersebut.

Dikatakannya pula, “Belum lama ini, Hamas telah memperkuat hubungannya dengan poros Syiah di wilayah itu, terutama Lebanon, ...hal ini semakin mempererat hubungan gerakan itu dengan blok yang dipimpin oleh Iran tersebut, dan –di bawah perlindungan Iran-  akan memperluas kehadiran Hamas di Lebanon.”

Saat berbicara mengenai Gaza, Argaman juga berbicara mengenai krisis ekonomi dan minimnya pasokan listrik dan air bersih, serta persoalan upah dan penundaan pekerjaan rekonstruksi yang mempengaruhi warga Palestina di wilayah tersebut. (T.RA/ S: Middle East Monitor)

leave a reply