Pemukim Israel serbu Makam Nabi Yusuf di Nablus

Nablus, SPNA - Setidaknya tiga warga Palestina terluka kaibat tembakan peluru karet, sementara beberapa lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat gas air.....

BY adminEdited Thu,12 Oct 2017,09:58 AM

Nablus, SPNA - Setidaknya tiga warga Palestina terluka kaibat tembakan peluru karet, sementara beberapa lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat gas air mata dalam bentrok yang terjadi antara warga Palestina dan pasukan Israel, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (10-11/10/2017) waktu setempat, di kota Nablus, utara Tepi Barat.

Pihak keamanan Palestina mengatakan kepada Ma’an News bahwa ratusan pemukim Israel, yang dikawal oleh tentara Israel, mengambil alih Makam Nabi Yusuf di Nablus guna melakukan ritual keagamaan di kawasan tersebut.

Berbagai sumber menuturkan bahwa lebih adri 30 bus yang memuat para pemukim memasuki Makam Nabi Yusuf, di bawah pengawalan ketat pasukan keamanan Israel, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

Bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel pun tidak bisa dihindari. Setidaknya, tiga warga Palestina terluka akibat tembakan peluru karet. Beberapa dari mereka segera dilarikan ke rumah sakit, sementara yang lain mendapatkan perawatan di tempat kejadian.

Sumber lokal menuturkan bahwa, sepanjang penyerbuan tersebut, pasukan Israel juga memasuki rumah dan menaiki atap beberapa bangunan.

Pemukim Israel kerap kali mengunjungi Makam Nabi Yusuf di bawah perlindungan pasukan Israel. Dalam kunjungan tensebut, secara teratur para prajurit menyerang desa-desa di kawasan tersebut dan menembakkan gas air mata ke kamp pengungsian Balata, yang terletak dekat dari kawasan tersebut.

Makam Nabi Yusuf, merupakan kawasan yang disucikan, baik Muslim, Yahudi, Kristen dan orang-orang Sumeria. Militer Israel melarang Muslim untuk beribadah di kawasan tersebut, sementara membolehkan orang-orang Yahudi mengunjunginya sebagai bagian dari ziarah yang terorganisir, meskipun kawasan tersesebut terletak di Area A, di mana Otoritas Palestina (PA) memiliki wewenang penuh atas kawasan.

Orang-orang Yahudi ultar-ortodoks dan nasionalis secara teratur mengunjungi kawasan tersebut meski tanpa persetujuan. Banyak dari mereka meyakini bahwa makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang tokoh yang disebutkan dalam Alkitab Perjanjian Lama.

(T.RA/S: Ma’an News)

leave a reply