Krisis Obat-Obatan di Jalur Gaza belum tertangani, Pasien pulang..

BY Rizky SyahputraEdited Sun,03 Apr 2016,08:30 AM

Krisis Obat-obatan di Jalur Gaza belum tertangani, Pasien pulang berobat hanya mengantongi resep obat,Sepi bukan karena tidak ada pasien tp karena tidak ada obat-obatan.

Suarapalestina. Sejak pasca agresi irael atas wilayah Gaza pada akhir tahun 2014 yang beralngswung selama 51 hari, telah menelan korban jiwa lebih dari 2700 warga Gaza gurur dan lebih dari 11.300 mengalami luka-luka, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah israel untuk melonggarkan blokade mereka ats wilayah Jalur Gaza, Kami tidak akan membiarkan 1 orang pun warga Gaza hidup dengan selama dan akan kami rata tanahkan bumi hanguskan wilayah Jalur Gaza, Ungkap PM Israel Benyamin Nyetanyaho di TV Israel berhasa Ibrani saat berlangsungnya agresi Israel atas Gaza pada tahun 2014 dimana korban berjatuhan.

Hingga kini warga Jalur Gaza harus hidup dibawah kondisi terisolasi, masih dalam kondisi terkepung dalam artian semua pintu perbatasan tertutup rapat dan bantuan kemanusiaan pun dilarang keras masuk ke Gaza khususnya bantuan obat-obatan, pihak Israel hanya memperboleh dibukanya pintu yang berbatasan antara Gaza dan Israel yaitu pintu Erez dan tidak semua warga Gaza yang diijinkan untuk melewatinya, demikian juga pintu perbatasan Karem Abo salem yagn terletak di Gaza timur, pintu ini dikhususkan untuk barang dagangan milik israel yang masuk ke Gaza.


Kondisi inilah yang menjadi kendala utama bagi para pasien untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak, bahkan secara resmi pihak Kementrian Kesehaan Palestina di Jalur Gaza pun berkali-kali mengeluarkan statemen sebagai seruan bahwa benar mereka sedang mengalami krisis obat-obatan yang sangat berpengaruh pada layanan kesehatan bagi para pasien yang ada di RUmah Sakit di Gaza khususnya RUmah Sakit pemerintah Palestina.

Pusat Pelayanan Kesehatan Gaza Utara terletak di Kota Jabalia pun sangat kewalahan dengan kondisi krisis obat-obatan, bahkan tidak sedikit dari para pasien yang datang berobat dan kembali hanya membawa kertas resep obat, ya karena tidak semua jenis obata-obatan yang ada di Gaza medical center tsb, saat bantuan obat-obatan dari Hilal Ahmar Society Indonesia tiba di pusat pelayanan kesehatan lemari obat-obatan dan rak obat-obatan bisa dikatakan kosong, yang ada hanya cairan alcohol saja, sangat memprihatinkan memang.

Bantuan obat-obatan dari HASI Indonesia sangat membantu aktifitas mereka dalam melayani para pasien dan para pasien mayoritas berasa dari keluarga fakir, 1 minggu sebelumnya kami sudah pasrah dan kewalahan karena lihat sendiri lemari dan rak obat kosong, para pasien pun tidak semua mendapatkan obat, kami sangat bersyukur dan ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia khususnya kepada pihak HASI Indonesia, demi Allah SWT benar-benar terbantu dan obat-obatan dari HASI Indonesia insha Allah bertahan hingga 1 bulan kedepan..semoga bisa rutin, kata dr.Emad (dokter muda yang bertugas di Pusat Pelayanan Kesehatan dengan honor Rp.1,5 Juta/perbulan).

leave a reply