Israel akan deportasi 40.000 imigran Afrika

Tel Aviv, SPNA - Pemerintah Israel, Minggu (19/11/2017) menyetujui rencana penutupan pusat penampungan Holot serta mendeportasi 40.000  imigran Afrika.

BY adminEdited Mon,20 Nov 2017,08:38 AM

Tel Aviv, SPNA - Pemerintah Israel, Minggu (19/11/2017) menyetujui rencana penutupan pusat penampungan Holot serta mendeportasi 40.000  imigran Afrika.

Para Menteri tersebut menyetujui rencana menutup pusat penampungan Holot, di Israel bagian Selatan dan memberi tenggang waktu tiga bulan kepada imigran itu untuk meninggalkan Israel, seperti dilaporkan  Kementerian Dalam Negeri dan dinas keamanan Shin Bet.

‘’40.000 penyusup Afrika itu diberi 2 pilihan, dipenjara atau meninggalkan Israel,’’ tegas Shin Bet.

Menurut data statistic resmi, sejak 30 Juni lalu, sejak 3.8043 imigran Afrika tiba di Israel.

27.494 diantaranya adalah warga Eritrea, 7869 lainnya berasal dari Sudan.

BBC melaporkan bahwa kehadiran imigran Afrika tersebut menimbulkan sentimen bagi warga Yahudi  Israel di Selatan Tel - Aviv.

Netanyahu mengatakan sebelumnya, bahwa jika Israel telah menyelesaikan pembangunan pagar keamanan di sepanjang perbatasan dengan Mesir dan mendeportasi sekitar 20.000 imigran Afrika maka Israel telah menyelesaikan program kerja tahap 3.

‘’Deportasi ini berhasil berkat kesepakatan internasional yang memungkinkan Israel mendeportasi 40.000 imigran yang masih tersisa, menutup Holot Center dan mengalokasikan sebagian besar sumber dayanya untuk kebutuhan lain,’’ terangnya.

Holot Center adalah fasilitas Israel di padang pasir  yang menampung 1.200 imigran dan akan ditutup dalam waktu tiga bulan,  mulai dari 16 Desember mendatang.

Para imigran tersebut diizinkan meninggalkan fasilitas tersebut di siang hari untuk bekerja.

Israel juga telah menandatangani kesepakatan dengan Rwanda dan Uganda untuk menerima para imigran tersebut karena mereka tidak bisa dipulangkan ke negaranya yang sedang terlibat konflik.

Organisasi hak asasi manusia internasional mengatakan bahwa Israel telah mengambil sejumlah tindakan selama bertahun-tahun untuk mendorong orang-orang Afrika agar meninggalkan Israel.

Israel menegaskan bahwa pihaknya bersedia memperlakukan pencari suaka sesuai dengan hukum internasional namun orang-orang Afrika tersebut bukan pencari suaka. Mereka hanya imigran ilegal yang mencari pekerjaan di Israel sebagai Negara terdekat yang paling maju. (T.RS/S:BBC)

leave a reply