Imam Agung Al-Azhar: Gerbang neraka akan terbuka di Barat jika AS merelokasi kedutaannya ke Yerusalem

Imam Agung Al-Azhar, Syekh Ahmad Tayeb, menyatakan bahwa ‘’gerbang neraka’’ akan terbuka di Barat segera setelah Amerika Serikat merelokasi kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

BY adminEdited Wed,06 Dec 2017,11:25 AM
Imam Agung Al-Azhar: Gerbang neraka akan terbuka di Barat jika AS merelokasi kedutaannya ke Yerusalem

RT Arabic - Kairo

Kairo, SPNA – Imam Agung Al-Azhar, Syekh Ahmad Tayeb, menyatakan bahwa ‘’gerbang neraka’’ akan terbuka di Barat segera setelah Amerika Serikat merelokasi kedutaannya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Biro pers Al-Azhar menyebutkan bahwa Syekh Tayyib dalam pertemuannya dengan mantan Perdana Menteri Inggris  Toni Blair memperingatkan akibat buruk yang ditimbulkan  relokasi kedubes sebagaian negara dari Tel Aviv ke ke Al-Quds.

‘’Jika negara-negara itu merelokasi kedutaannya ke Yerusalem, maka gerbang Neraka akan terbuka di Barat sebelum di Timur, ‘’ tegasnya.

Tayyeb menambahkan bahwa langkah ini akan memancing kemarahan umat Islam di seluruh dunia serta mengancam perdamaian serta meningkatkan ketegangan dan perpecahan di seluruh dunia.

Peringatan tersebut disampaikan setelah seorang pejabat resmi AS mengatakan kepada Reuters dan Associated Press Jumat lalu bahwa Presiden AS Donald Trump berencana untuk mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Selama kampanye pilpres 2016, Trump berjanji untuk merelokasi Kedubes AS ke Yerusalem dari Tel Aviv.

Israel menduduki Yerusalem Timur pada bulan Juni 1967 dan kemudian menggabungkannya Yerusalem Barat serta menyebutnya sebagai ibukota bersatu dan abadi bagi Israel dimana hal ditolak oleh masyarakat internasional.

Jika hal ini benar-benar terjadi, maka Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel sejak berdiri tahun 1948.

Donald Trump disebutkan telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Mahmud Abbas dan beberapa  pemimpin Timur Tengah terkait rencananya itu.

Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Radinah sebelumnya mengatakan, Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan kepada Trump bahwa relokasi kedutaan AS ke Yerusalem akan memiliki dampak serius terhadap stabilitas di kawasan.

Sementara itu Gedung Putih, Selasa (05/12/2017) menyatakan bahwa Presiden AS akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pemindahan Al-Quds ke Israel pada hari Rabu ini.

(T.RS/S:Rt Arabic)

leave a reply
Posting terakhir