Pemerintah Israel hancurkan tembok pemakaman Yusufiah di gerbang Yerusalem

Yerusalem, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, Senin (08/1/2017)  dilaporkan telah menghancurkan tembok pemakaman Yusufiyah, ......

BY adminEdited Tue,09 Jan 2018,11:06 AM

Yerusalem, SPNA - Otoritas pendudukan Israel, Senin (08/1/2017)  dilaporkan telah menghancurkan tembok pemakaman Yusufiyah, yang bersebelahan dengan Gerbang Al-Asbath  di kota Yerusalem yang diduduki serta melakukan penggalian di lokasi tersebut.

Direktur Pusat Manuskrip dan Warisan Islam di Masjid Al-Aqsa, Ridwan Amr, melalui laman Facebooknya mengatakan bahwa Israel melakukan penggalian dengan buldoser selama beberapa hari terakhir di depan gerbang Al-Asbath. Ia menambahkan bahwa penggalian tersebut menuju pilar-pilar kuno dekat dengan gerbang Al-Asbath.

Dilaporkan bahwa pihak berwenang pendudukan memindahkan tangga pemakaman Yusufiah sejak bebeapa minggu lalu serta mencegah pejalan kaki melalui jalan tersebut.

Perlu dicatat bahwa Israel sejak Juli 2017,melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur mencakup pembangunan rel kereta api, taman Yahudi, pusat wisata dan sistem kontrol keamanan.

Amr menekankan bahwa untuk menyelesaikan proyek tersebut Israel menghancurkan  pemakaman Islam di sepanjang dinding timur Al-Aqsa serta kota tua Yerusalem.

Disbeutkan bahwa, Menteri Transportasi Israel Yisrael Katz,  akhir bulan lalu menyatakan telah melakukan penggalian terowongan di bawah kota tua Yerusalem untuk membangun stasiun kereta yang dinamai ‘’Donald Trump’’  dekat Tembok Buraq, atau yang dikenal dengan Tembok Ratapan dalam agama Yahudi.

Israel Katz mengatakan bahwa penamaan tersebut bertujuan untuk menghormati presiden AS yang menetapkan Al-Quds ibukota zionis Israel. Katz menyatakan bahwa perluasan jalur kereta antara Tel Aviv dan Al-Quds adalah proyek nasional yang paling penting.

Sebelumnya pemerintah Israel telah melakukan penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa yang memicu protes di Palestina dan sejumlah negara-negara Arab.

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) mengungkapkan keprihatinannya terhadap penggalian terowongan di Al-Quds.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menetapkan secara resmi bahwa seluruh wilayah Al-Quds adalah ibukota bagi Israel serta akan merelokasi kedubesnya ke kota suci tersebut.

AS juga dilapokan menawari Pemerintah Palestina untuk menjadikan Abu Dis Ibukota Negara menggantikan dan menyerahkan Al-Quds untuk Israel.

Keputusan Donald tersebut merupakan lampu hijau bagi zionis untuk terus mencaplok wilayah Palestina, membangun hunian ilegal di Al-Quds  yang telah dilarang Dewan Keamanan PBB serta mengurangi populasi warga Palestina di kota suci tersebut.

Deklarasi Trump tersebut menimbulkan gelombang demonstrasi di Palestina dimana 16 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 4.000 orang terluka.

Selain itu deklarasi Trump juga menimbulkan gelombang demonstrasi di seluruh dunia serta mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Kamis lalu 66 siswa Yahudi menuliskan sebuah petisi kepada pemerintah Netanyahu yang berisi menolak segala tindakan rasis dan penjajah terhadap Palestina.

Majelis Umum PBB, Kamis (21/12/2017) menetapkan sebuah resolusi dengan dukungan 128 negara bahwa status Al-Quds harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara Palestina dan Israel, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait.

(T.RS/S:Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir