Rabi Israel: Budaya gay banjiri Israel

Tepi Barat, SPNA - Selasa (06/03/2018), seorang rabi religius nasional terkemuka Israel memicu sebuah protes saat mengatakan bahwa negara tersebut telah menjadi ....

BY adminEdited Thu,08 Mar 2018,10:37 AM

Tepi Barat, SPNA - Selasa (06/03/2018), seorang rabi religius nasional terkemuka Israel memicu sebuah protes saat mengatakan bahwa negara tersebut telah menjadi "negara LGBT" karena maraknya budaya gay dan mendesak pengikutnya untuk "berperang" demi menyelamatkan nilai keluarga.

Berbicara dalam sebuah konferensi agama sayap kanan, Rabbi Yehoshua Shapira, yang mengepalai Ramat Gan Yeshiva, mengatakan bahwa budaya homoseksual adalah "penyakit menular."

Konferensi tersebut meminta adanya penolakan terhadap pernikahan sesama jenis. Ia menekankan bahwa baik dirinya maupun pengikutnya tidak homofobia, Shapira mengatakan bahwa budaya Israel telah mencap seseorang yang menentang homoseksualitas sebagai "ekstremis."

"Siapa pun yang mengatakan sesuatu tentang keluarga yang sehat dan berbasis agama dianggap memiliki fobia, menjadi seseorang yang ekstremis," katanya. "Mengapa? Karena ia mengungkapkan pendapat yang telah menjadi dasar semua umat manusia dan seluruh Taurat! "

Shapira, yang juga mengajar di Universitas Bar-Ilan, mengatakan bahwa tidak ada homofobia atau ekstremis yang menginginkan nilai-nilai tradisional Yahudi dalam kehidupan keluarga.

"Saya telah menginvestasikan waktu berjam-jam untuk membantu mereka yang memiliki kesulitan dalam bidang ini (homoseksualitas)," katanya. "Tapi ada penyakit yang menyebar dan mengambil alih. Kita menjadi negara LGBT," ungkapnya.

(T.RA/S: Times of Israel)

leave a reply