Al-Azhar dan sejumlah negara Arab kecam tindak kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Gaza

Jalur Gaza, SPNA - Lembaga sunni internasional,  Al-Azhar Al-Syarif  mengecam keras tindak kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina yang berpartisipasi dalam demonstrasi damai di Jalur Gaza peringatan ‘’Great March Of Return’’, Jum’at 31/03/2018.

BY adminEdited Sat,31 Mar 2018,11:43 AM

Jalur Gaza, SPNA - Lembaga sunni internasional,  Al-Azhar Al-Syarif  mengecam keras tindak kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina yang berpartisipasi dalam demonstrasi damai di Jalur Gaza peringatan ‘’Great March Of Return’’, Jum’at 31/03/2018.

Selain itu Al-Azhar juga menegaskan menolak keras keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota abadi bagi Israel.

Syaikhul Al-azhar, Dr. Ahmad Tayyib mengatakan: ‘’ Yerusalem adalah ibukota abadi Palestina dan harus diakui secara resmi oleh lembaga dan negara internasional . ‘’

‘’Isu di Palestina adalah poros permasalahan di Timur Tengah, sebagian besar negara di dunia telah merdeka kecuai Palestina, dan kami percaya, bahwa masalah ini tidak akan terselesaikan kecuali dengan solusi yang adil,‘’ tambahnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi juga mengutuk tindakan brutal militer Israel terhadap warga Gaza kemarin.

Ia menegaskan bahwa Israel melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Palestina yang berdemonstrasi secara damai menuntut hak mereka  yang dijamin oleh hukum internasional.

Selain itu, Menteri Keadilan Turki,  Abdul Hamid Gul juga menuntut Israel untuk menghenikan tindakan brutal  terhadap warga Palestina.

Menteri Luar Negeri Qatar juga menegaskan bahwa Israel melakukan pelanggaran nyata terhadap konvensi dan hukum internasional.

‘’Qatar dengan tegas mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk meraih haknya.’’

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina, Ashraf Qaddoura, mengatakan bahwa jumlah warga yang gugur kemarin mencapai 16 orang, sementara jumlah warga luka-luka sebanyak 1.416 orang di Jalur Gaza.

Di Tepi Barat jumlah warga yang terluka mencapai  118  orang.

Puluhan ribu warga Palestina yang tidak bersenjata berkumpul di perbatasan Gaza untuk menerobos perbatasan yang telah dijaga ketat oleh pasukan Israel, dalam peringatan ‘’Great March Of Return’’.

Setiap tanggal 30 Maret warga Palestina memperingati ‘’Great March Of Return’’ untuk mengenang peristiwa pembunuhan 6 warga Palestina dalam aksi protes terhadap pengusiran warga dan pencaplokan wilayah Palestina 30 Maret 1976 silam.

Sebelumya Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah memutuskan menjadikan hari ini, Sabtu 31 Maret, sebagai hari ‘’berkabung nasional’’ untuk menghormati warga yang gugur dibunuh oleh tentara Israel.

 

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply