Kementerian Kesehatan Gaza: Situasi kesehatan di Gaza berada di ambang keruntuhan

Gaza, SPNA - Situasi kesehatan di Jalur Gaza berada di ambang keruntuhan parah di tengah kekurangan obat-obatan dan pasokan medis, Departemen Kesehatan ...

BY adminEdited Thu,03 May 2018,10:27 AM

Gaza, SPNA - Situasi kesehatan di Jalur Gaza berada di ambang keruntuhan parah di tengah kekurangan obat-obatan dan pasokan medis, Departemen Kesehatan di Gaza memperingatkan hal tersebut pada hari Rabu (02/05/2018).

Yousef Abu al-Reesh, wakil menteri kesehatan di Gaza, mengatakan saat konferensi pers di Rumah Sakit Shiffa di kota Gaza bahwa kementerian, "melewati fase yang terburuk sebagai akibat dari krisis yang memburuk di sektor kesehatan."

Abu al-Reesh menunjukkan bahwa persentase defisit dalam obat-obatan mencapai 50 persen, dia menambahkan bahwa ada kekurangan 27 persen dalam bahan medis habis pakai, dan kekurangan 58 persen dalam bahan laboratorium dan bank darah.

Situasi ini semakin diperparah dengan berlanjutnya penipisan obat-obatan darurat sebagai akibat dari bentrokan anatara Israel-Palestina selama beberapa pekan terakhir di sepanjang perbatasan Israel dengan Gaza.

Abu al-Reesh mengatakan, kekurangan pasokan mempengaruhi semua kategori pasien di daerah tersebut.

Dia meminta negara-negara donor dunia untuk mendukung kementerian dan mencegah sektor kesehatan dari keruntuhan.

Abu Reesh juga meminta organisasi HAM internasional dan Palestina untuk memikul tanggung jawab mereka dengan mengekspos "pelanggaran terang-terangan" yang dilakukan Israel terhadap hak-hak pasien, yang membatasi mereka untuk mengakses perawatan medis.

Penyeberangan perbatasan Gaza dengan Israel telah dipengaruhi oleh bentrokan di dekat pagar perbatasan, yang ditutup sejak 30 Januari.

Kementerian kesehatan mengatakan bahwa 44 warga Palestina, sebagian besar dari mereka terkena tembakan langsung, telah gugur dan lebih dari 6.000 lainnya terluka dalam bentrokan yang dimulai sejak sejak 30 Maret.

Protes warga Palestina diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, sehari setelah peringatan 70 tahun pembentukan Israel yang ditandai oleh warga Palestina sebagai Hari Nakba, atau Hari Bencana.

(T.RA/S: Xinhua Net)

leave a reply
Posting terakhir