Serangan Israel hancurkan fasilitas pendidikan anak dan pusat budaya di Jalur Gaza

Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang diduduki selama akhir pekan lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada pusat budaya terkenal dan fasilitas pendidikan anak.

BY adminEdited Fri,20 Jul 2018,03:29 PM

MEMO - Jalur Gaza

Gaza, SPNA - Serangan udara Israel di Jalur Gaza yang diduduki selama akhir pekan lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada pusat budaya terkenal dan fasilitas pendidikan anak.

Menurut The National, Gaza Arts and Crafts Village "rusak parah" ketika satu serangan Israel "menghantam bangunan yang belum selesai tepat di sebelah desa."

Jomma Alzaem, pemilik toko barang antik di Desa, mengatakan kepada The National, “Saya percaya bahwa Israel ingin menargetkan desa, bukan gedung. Mereka menargetkan warisan Palestina, warisan yang tidak mereka miliki.”

“Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan kuningan. Saya memiliki barang-barang berusia sekitar 100 tahun. Toko saya dianggap sebagai objek wisata, dan sekarang semua kuningan dan peninggalan berada di bawah reruntuhan.”

Nihad Shaqlih, direktur desa, mengatakan bahwa desa benar-benar rusak oleh serangan Israel.

“Di dalam desa terdapat barang-barang arkeologi dan kuningan yang berusia ratusan tahun tetapi semuanya berada di bawah reruntuhan. Ini adalah upaya pendudukan Israel untuk menghancurkan dan menghapus warisan kami, tetapi kami akan membangun kembali desa tersebut untuk melindungi sejarah Palestina,” katanya.

The National menambahkan, “Sekarang lukisan dan benda-benda bersejarah berserakan di tanah, bersama dengan pecahan tembikar. Beberapa toko sebagian hancur - langit-langit runtuh, dinding retak. Di dalam gedung, pecahan kaca di bawah beban langkah orang-orang .”

Sementara itu, organisasi mitra LSM AS, Humanity & Inclusion (HI), juga melihat

HI mencatat bahwa "banyak kamar sekarang tidak aman dan tidak dapat digunakan dan beberapa fasilitas ramah-cacat telah dihancurkan."

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply