Israel kembali melarang jamaan Muslim mengakses Masjid Ibrahimi

Pihak berwenang Israel telah memutuskan untuk menutup masjid Ibrahimi, di kota Hebron, Tepi Barat selatan, bagi jamaah Muslim dan pengunjung non-Yahudi, dan hanya mengizinkan orang Yahudi masuk ke tempat suci tersebut, selama hari suci umat Yahudi.

BY adminEdited Wed,08 Aug 2018,02:12 PM

Maannews - Hebron

Hebron, SPNA - Pihak berwenang Israel telah memutuskan untuk menutup masjid Ibrahimi, di kota Hebron, Tepi Barat selatan, bagi jamaah Muslim dan pengunjung non-Yahudi, dan hanya mengizinkan orang Yahudi masuk ke tempat suci tersebut, selama hari suci umat Yahudi.

Kepala Pejabat Hebron Endowment, Jalal al-Rajabi, mengatakan bahwa pihak berwenang Israel akan menutup situs itu dari jam 10 malam. Rabu (08/-8/2018) hingga pukul 10 malam Kamis, menunjukkan bahwa pintu masjid akan terbuka untuk jamaah Muslim pada hari Jumat guna melaksanakan shalat.

Al-Rajabi menambahkan bahwa adzan juga akan dilarang selama masa penutupan tersebut.

Gerakan Fatah menolak penutupan masjid Ibrahimi, mengingat hal tersebut merupakan kejahatan terhadap tempat-tempat suci dan terhadap rakyat Palestina, serta pelanggaran terhadap semua konvensi internasional.

Seorang anggota dan juru bicara resmi Dewan Revolusi Sipil Fatah, Usamah al-Qawasmi, mendesak warga Palestina untuk pergi ke masjid Ibrahimi pada hari Jumat guna melaksanakan shalat dan menunjukkan kehadiran mereka sebagai bentuk penolakan terhadap penutupan tempat tersebut  oleh Israel.

 Al-Qawasmi menekankan, dalam sebuah pernyataan, bahwa tempat suci itu adalah "situs murni umat Islam dan orang Yahudi tidak memiliki hak terhadapnya."

Dia juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera bertindak untuk menghentikan kejahatan Israel yang terus berlangsung dan rasisme terhadap orang-orang Palestina yang tak berdaya.

Pembatasan keras bagi warga Palestina - termasuk penolakan akses ke Masjid Ibrahimi - biasanya dilaksanakan oleh otoritas Israel selama hari libur Yahudi dengan dalih untuk tujuan keamanan.

Masjid, yang diyakini sebagai tempat pemakaman Nabi Ibrahim, dianggap suci bagi Muslim dan Yahudi dan telah menjadi tempat ketegangan yang sering terjadi selama beberapa dekade.

Situs suci itu dibagi menjadi sinagoga - yang dikenal orang Yahudi sebagai Gua Leluhur - dan sebuah masjid, pasca pembantaian yang dilakukan oleh pemukim Israel kelahiran AS Baruch Goldstein terhadap 29 orang Palestina di dalam masjid pada tahun 1994.

Sejak itu, jamaah Muslim ditolak mengakses tempat suci tersebut selama hari libur Yahudi dan sebaliknya dalam upaya untuk mencegah kekerasan dari meletus di situs suci.

Terletak di pusat Hebron - salah satu kota terbesar di Tepi Barat yang diduduki - Kota Tua tersebut terbagi menjadi wilayah Palestina dan daerah yang dikendalikan Israel pada, yang dikenal sebagai H1 dan H2.

Sekitar 800 pemukim yang terkenal agresif kini hidup di bawah perlindungan militer Israel di Kota Tua itu, yang dikelilingi oleh lebih dari 30.000 warga Palestina.

(T.RA/S: Ma'an News)

leave a reply
Posting terakhir