Memecah belah negara Arab, agenda tersembunyi dibalik jalur kereta perdamaian Israel

Jalur Gaza, SPNA - Seorang peneliti Suriah,  Samir Hafez memandang proyek pembangunan jalur kereta api ‘’Perdamaian’’ Israel memiliki agenda terselubun. 

BY adminEdited Sat,10 Nov 2018,10:44 AM

Jalur Gaza, SPNA - Seorang peneliti Suriah,  Samir Hafez memandang proyek pembangunan jalur kereta api ‘’Perdamaian’’ Israel memiliki agenda terselubun.   Rencana tersebut juga dinilai mencuri ide pembangunan Jalur kereta Hijaz yang digagas oleh Turki Usmani.

Presiden Dewan Turkmen Suriah tersebut, mengatakan: ‘’Pembangunan Jalur kereta api perdamaian yang menghubungkan  Israel dan negara Teluk mencomot rancangan pembangunan Jalur Kereta Api Hijaz yang digagas Khalifah Usmani 100 tahun lalu,  ‘’ tukasnya seperti dilansir Anadolu Agency, Jum’at (09/11/2018).

Menteri Komunikasi Israel deklarasikan Jalur kereta api perdamaian

Sebelumnya, Yisrael Kazt menyatakan bahwa Israel akan membangun jalur kereta api yang menghubungkan wilayah Palestina yang diduduki Israel dengan  Yordania dan negara teluk.

Menteri Komunikasi Israel tersebut dalam konferensi internasional di Muscat, Oman menambahkan bahwa rel tersebut dinamai ‘’Jalur Perdamaian’’ yang dapat menghapus perbedaan politik dan ideologis,’’ tambahnya seperti dilnasir Maannews Rabu (07/11/2018).

Pemerintah Amerika Serikat  mendukung program ini. Pembangunan rel kereta ini  didasarkan pada dua ide utama, pertama Israel sebagai jembatan perdagangan darat dan Yordania sebagai pusat transportasi regional.

“Proyek ini akan menciptakan rute komersial tambahan di kawasan, serta mempercepat transportasi  serta mendukung ekonomi Yordania, Palestina, Israel serta negara-negara Teluk,” tambahnya.

Jalur tersebut akan menjadikan  Israel sebagai jembatan darat dengan Eropa, sementara Yordania menjadi pusat untuk pengangkutan barang.

Dugaan agenda terselubung dibalik pembangunan ‘’Peace Railways”

Menurut Hafiz, rencana tersebut memiliki agenda busuk. “Pembangunan Jalur kereta api pedamaian Israel akan berdampak terhadap perekonomian Timur Tengah serta mengecilkan peran Terusan Suez dan mengesampingkan Turki dari bursa pasar di negara-negara Islam dan Teluk.

“Proyek pembangunan ‘’ Railway for Peace” diajukan oleh perusahaan zionis, IPAC. Setelah mereka memecah antara Sunni dan Syiah kini mereka kembali merencanakan konspirasi untuk memecah belah negara Islam di Timur Tengah serta mengucilkan peran Turki dari perekonomian dan politik di kawasan.”

Disebutkan bahwa Lembaga pelayaanan Publik Amerika Israel atau AIPAC adalah organisasi yang memiliki pengaruh paling kuat di AS. Mereka kerap kali menekan kongres untuk mendukung pemerintah Israel.

“Rencana pembangunan Jalur kereta perdamaian jelas akan merubah jalur perekonomian  Timur Tengah. Hal ini akan berujung pada keretakan hubungan antara negara-negara Arab. Israel berhasil memecah belah Suriah, Irak dan Yaman dan sekarang mereka menargetkan Semenanjung Arab”, terangnya.

Hafiz juga menyerukan dunia Arab untuk menggagalkan proyek tersebut. “Deklarasi AS Desember lalu bahwa Yerusalem ibukota Israel memiliki agenda tersembunyi. Pembangunan Jalur kereta  Israel  juga bagian dari agenda yang sama. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran pasukan AS di timur Suriah.”

Dia menyerukan agar negara Arab dan Muslim agar mencari solusi alternatif dalam bidang transportasi dan suplai barang.

Samir Hafez, adalah peneliti Suriah yang saat ini menjabat sebagai Asosiasi Akademisi Suriah di Turki.

Peneliti di bidang politik lainnya,  Mahmoud Usman juga menyetujui pandangan Hafiz bahwa proyek ini bertujuan untuk memecah belah timur tengah.

“Proyek Israel tersebut bertujuan untuk menghancurkan persatuan negara-negara arab dan muslim, ‘’ tegasnya.

Sama seperti Hafiz, Usman memandang bahwa Jalur kereta api perdamaian Israel adalah pencaplokan  program pembangunan Jalur Kereta Hijaz yang menyatukan dunia Islam, dimana Istanbul saat itu  adalah ibukota negara, sementara Mekkah dan Madinah adalah ibukota spiritulitas Islam.”

“Peradaban Israel dibangun dengan pencurian. Israel tidak memiliki latar belakang budaya. Mereka mencuri ide orang lain, ‘’ tutupnya.

Hijaz Railways

Lebih dari satu abad yang lalu, Sultan Abdulhamid II membangunan jalur kereta api ‘’Hijaz” yang membentangi Damaskus, Yordania hingga ke Mekkah dan Madinah.

Sejak didirkan kereta ini memiliki 2 tugas utama, pendidikan dan transportasi.

Rekonstruksi Jalur kereta api tersebut dilakukan oleh Sultan Abdul Hamid II pada tahun 1900 dan diresmikan pada tahun 1908. Sayangnya, Jalur tersebut rusak dalam Perang Dunia Pertama.

(T.RS/S:AnadoluAgency)

leave a reply