Mendukung program vital UNRWA, Selandia Baru menjanjikan bantuan senilai $ 2 juta

Perjanjian multi-tahun ini sangat penting yang memungkinkan UNRWA terus memberikan layanan tanpa gangguan kepada para pengungsi Palestina.

BY adminEdited Sat,11 May 2019,10:25 AM

Bethlehem, SPNA - Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), Pierre Krahenbuhl, dan Perwakilan Tetap Selandia Baru untuk PBB, Craig Hawke, pada hari Kamis (09/05/2019) menandatangani komitmen tiga tahun, untuk periode antara 2019 - 2021, bantuan senilai $ 2 juta untuk mendukung program vital UNRWA.

Hawke menegaskan kembali komitmen Selandia Baru terhadap UNRWA dengan mengatakan, "UNRWA terus memainkan peran yang unik dan vital untuk memastikan bahwa kebutuhan kemanusiaan, pembangunan dan perlindungan pengungsi Palestina terpenuhi tanpa adanya solusi politik yang langgeng untuk situasi mereka."

Ditambahkannya, "Dengan kontribusi tiga tahun tanpa alokasi khusus ini, Selandia Baru dengan bangga melanjutkan komitmen lama kami untuk UNRWA dan para pengungsi Palestina."

Perjanjian multi-tahun ini sangat penting yang memungkinkan UNRWA untuk terus memberikan layanan tanpa gangguan kepada para pengungsi Palestina, termasuk pendidikan untuk 532.000 anak pengungsi Palestina di 715 sekolah UNRWA di seluruh Timur Tengah.

Bantuan ini akan memiliki dampak positif secara langsung pada kesejahteraan beberapa pengungsi yang paling rentan di Timur Tengah.

Krahenbuhl mengungkapkan penghargaannya dengan menyatakan, “UNRWA bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Selandia Baru. Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Selandia Baru dan sangat terkesan dengan keteguhan komitmen negara itu terhadap pekerjaan kami. Kontribusi multi-tahun ini membantu melindungi pemberian layanan kami dan mewakili kontribusi terhadap stabilitas bagi para pengungsi Palestina dan kawasan Timur Tengah."

Sebagai hasil dari kontribusi ini, Selandia Baru akan membantu UNRWA secara langsung dalam mengatasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari pengentasan kemiskinan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, yang keduanya merupakan inti dari pembangunan manusia dan pekerjaan kemanusiaan serta perlindungan.

Setelah berdirinya Negara Israel pada tahun 1948, PBB mendirikan UNWRA untuk membantu memukimkan kembali hampir 700.000 orang Palestina setelah perang Arab-Israel. UNRWA mengatakan bahwa ada 5,3 juta pengungsi Palestina di dunia.

UNRWA saat ini menyediakan layanan bagi sekitar 5 juta pengungsi Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, wilayah Palestina yang diduduki, dan Jalur Gaza yang terkepung.

(T.RA/S: Ma'an News)

leave a reply
Posting terakhir