Sejak COVID-19 Menyebar, 4.000 Warga Gaza Kehilangan Pekerjaan

Pariwisata, restoran dan hotel adalah yang paling parah terkena dampaknya, di mana sektor-sektor ini mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Mon,20 Jul 2020,05:23 PM

Gaza, SPNA - Sekitar 4.000 warga Gaza kehilangan pekerjaan sejak menyebarnya COVID-19 dan sedikitnya 50 pabrik ditutup, Ketua Umum Federasi Serikat Buruh, Sami Al-Amassi, mengungkapkan pada hari Minggu (20/07/2020).

Dalam siaran pers yang dikirim ke wartawan, Al-Amassi mengatakan bahwa terdapat 300.000-350.000 pekerja di Gaza, termasuk 250.000 yang menganggur akibat blokade Israel selama 14 tahun.

Sejak wabah COVID-19, katanya, dan dimulainya tindakan darurat, sekitar 4.000 pekerja telah kehilangan pekerjaan mereka.

"Pariwisata, restoran dan hotel adalah yang paling parah terkena dampaknya," katanya. Ia mencatat bahwa sektor-sektor ini mempekerjakan lebih dari 5.000 pekerja.

Antara 12.000 dan 15.000 pengemudi taksi juga mengalami penurunan besar dalam jumlah tiket akibat dari penangguhan sekolah, universitas dan banyak sektor vital lainnya.

Ia meminta Kementerian Tenaga Kerja dan negara-negara donor untuk membantu menyediakan pekerjaan sementara bagi para penganggur di Gaza.

Pada Oktober tahun lalu, sebelum penyebaran COVID-19, Kementerian Pembangunan Sosial di Jalur Gaza mengatakan tingkat kemiskinan dan pengangguran di Jalur Gaza telah mencapai hampir 75 persen.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir