Warga Palestina Gagalkan Upaya Warga Yahudi untuk Menggali Artefak Sejarah di Nablus

Para pemukim yahudi menggunakan arkeologi sebagai sarana untuk mengarang masa lalu "Israel-Yahudi Ibrani", yang membenarkan hak mereka untuk hidup sebagai negara. Ilmu tersebut yang diselewengkan untuk tujuan politik, dan menjadi senjata siluman mereka untuk memiliki tanah Palestina; membuat para pemukim yahudi seolah memiliki hak atas tanah Palestina melalui konflik di masa lalu, sehingga dapat menguasai seluruh tanah di masa kini dan masa mendatang.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,26 Jul 2020,10:38 AM

Nablus, SPNA – Aksi sekelompok warga yahudi untuk menggali barang antik di Khirbet Surra Desa Qaryut Provinsi Nablus pada Sabtu (25/07) kembali digagalkan oleh penduduk setempat. Para penduduk berhasil mengusir warga yahudi yang beraksi menggunakan peta serta detektor logam tersebut dan bahkan memblokir jalan menuju daerah dimaksud.

Sejarah Khirbet Surra berawal dari ribuan tahun yang lalu. Selain dari sejumlah monumen kuno, gua, sumur, dan kuburan yang diukir dalam bahasa Latin, di tanah bersejarah juga bisa ditemukan pilar dan ruang bawah tanah beserta batu-batu berharga.

Tanah Khirbet terletak di dalam wilayah yang diklasifikasikan sebagai "Wilayah C" menurut Perjanjian Oslo, yang memungkinkan pendudukan Israel mengambil daerah besar tersebut untuk kepentingan pemukiman yahudi dan pembentukan pemukiman "Shvut Rachel" dan "Shilo". Kedua pemukiman yahudi tersebut mengepung Khirbet dan dari sanalah serangan warga yahudi terhadap warga Palestina di Sorra dan kota Qaryut diluncurkan.

Pasukan pendudukan Israel pada Senin (20/07/2020) menjarah artefak besar di kota Tekoa dekat Betlehem di selatan Tepi Barat, yang berasal dari abad keenam belas masehi. Mereka menggerebek rumah tetua Kota Tekoa, Tayseer Abu Mufreh dan mengurung seluruh anggota keluarganya, kemudian mencuri artefak bersejarah yang selama dijaganya di dekat rumah.

Para pemukim yahudi menggunakan arkeologi sebagai sarana untuk mengarang masa lalu "Israel-Yahudi Ibrani", yang membenarkan hak mereka untuk hidup sebagai negara. Ilmu tersebut yang diselewengkan untuk tujuan politik, dan menjadi senjata siluman mereka untuk memiliki tanah Palestina; membuat para pemukim yahudi seolah memiliki hak atas tanah Palestina melalui konflik di masa lalu, sehingga dapat menguasai seluruh tanah di masa kini dan masa mendatang.

Dengan perlindungan pasukan pendudukan Israel, para pemukim yahudi bermaksud untuk mencapai tujuan politik murni untuk meningkatkan kontrol pendudukan, dan membuktikan hak untuk menguasai tanah Palestina melalui artefak dan peninggalan sejarah. Hal ini berisiko memberi ruang kelompok-kelompok yahudi ekstremis dalam penggalian arkeologi dan mengokohkan peran mereka dalam mengelola situs-situs suci, sehingga memungkinkan mereka menanamkan ideologi fundamentalis yang menyangkal keberadaan umat Muslim dan kristen dalam lintas sejarah tanah Palestina.

Patut dicatat bahwa operasi pencurian artefak dari Palestina bukanlah hal baru; Israel mulai menjarah barang antik di Tanah Palestina sejak awal pendudukannya di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada tahun 1967.

Sebagian besar desa dan kota di Tepi Barat terletak di situs arkeologi, dan hal inilah yang menjadi salah satu tujuan utama dari proyek pendudukan Israel di tanah Palestina.

(T:NA/S: Palinfo)

leave a reply