Serbia dan Kosovo akan Buka Kedutaan Besar di Yerusalem

"Kosovo akan menjadi negara dengan penduduk mayoritas Muslim pertama yang akan membuka kedutaan di Yerusalem," kata Netanyahu.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,05 Sep 2020,05:51 AM

Yerusalem, SPNA - Serbia dan Kosovo akan buka kedudataanbesarnya di Yerusalem dan sepakat untuk menjalin kerja sama dengan Israel, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyampaikan pada hari Jumat (04/09/2020), Reuters melaporkan.

Pernyataan Netanyahu ini datang tidak lama setelah Presiden AS Donal Trump membuat pengumuman serupa di Washington, di mana ia bertemu dengan pemimpin Serbia dan Kosovo ketika keduanya sepakat untuk normalisasi ekonomi di antara mereka.

"Kosovo akan menjadi negara dengan penduduk mayoritas Muslim pertama yang akan membuka kedutaan di Yerusalem," kata Netanyahu. "Seperti telah saya katakan beberapa hari terakhir -lingkaran perdamaian dan pengakuan atas Israel semakin meluas dan banyak negara diharapkan akan bergabung."

Hanya dua negara - Amerika Serikat dan Guatemala - yang telah membuka kedutaannya di Yerusalem, yang telah mendapat penentangan dari pihak Palestina.

Status Yerusalem adalah salah satu rintangan terbesar untuk membentuk perdamaian antara Israel dan Palestina, yang dengan dukungan internasional menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah 1967, sebagai ibukota kedua negara.

Israel menganggap semua bagian kota Yerusalem, termasuk wilayah timur yang dianekasi setelah 1967 sebagai ibukotanya.

(T.RA/S: MEMO)

leave a reply
Posting terakhir