IDF Memerintahkan Penghentian Raklamasi Lahan Pertanian di Selatan Hebron

Pejabat Komite Perlindungan dan Ketahanan Masafer Yatta, Fuad al-Amor, menyatakan pihaknya telah diberitahukan untuk menangguhkan pekerjaan reklamasi lahan pertanian di Desa Birin di Masafer Yatta, untuk warga Fawzi Jaber.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,24 Sep 2020,01:40 PM

Hebron, SPNA – Pasukan pendudukan Israel pada Rabu malam (23/09/2020), mengeluarkan pemberitahuan untuk menghentikan perbaikan lahan pertanian di Masafer Yatta, selatan Hebron.

Pejabat Komite Perlindungan dan Ketahanan Masafer Yatta, Fuad al-Amor, menyatakan pihaknya telah diberitahukan untuk menangguhkan pekerjaan reklamasi lahan pertanian di Desa Birin di Masafer Yatta, untuk warga Fawzi Jaber.

Sementara itu, pasukan pendudukan menutup Jalan Shallala, yang menghubungkan kawasan Bab al-Zawiya di pusat kota dan kota tua, serta menghambat para warga untuk melewatinya dan pulang ke rumah mereka.

Demikian juga pada Kamis (24/09/2020), pasukan pendudukan Israel menghancurkan sebuah rumah yang sedang dibangun dan dua sumur penampung air hujan di daerah Khallet Taha di kota Beit Awa, barat daya Hebron.

Pembongkaran ini menambah angka pembongkaran yang dilakukan Israel terhadap rumah milik warga Palestina di daerah tersebut. Proyek pembongkaran rumah warga berlangsung semakin cepat di Hebron, Tepi Barat dan Yerusalem, untuk mencegah perluasan konstruksi Palestina.

Sebuah laporan dari Kantor Media Hamas di Tepi Barat yang memantau peningkatan pembongkaran rumah di Tepi Barat dan Yerusalem selama Agustus lalu menyebutkan bahwa jumlah rumah yang dibongkar pendudukan mencapai 44 rumah, yang merupakan jumlah tertinggi sejak awal tahun, selain puluhan rumah yang warganya diberitahukan pembongkaran.

Selain itu, jumlah harta benda yang dirusak termasuk toko, bangunan pertanian, barak dan fasilitas lainnya mencapai 52 bangunan, sementara pendudukan menyita 8 harta benda yang bervariasi antara perkakas dan kendaraan, serta jumlah penggerebekan rumah mencapai 127 penggerebekan.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Betlehem, Yerusalem dan Hebron adalah yang paling rentan terhadap perlakuan semena-mena Israel tersebut. Detilnya Betlehem dengan 292 kejadian, Yerusalem 279 kejadian, dan Hebron dengan 254 kejadian.

(T.NA/S: Palinfo)

leave a reply
Posting terakhir