59 Peti Mati dari Dinasti Firaun ke-26 Ditemukan di Mesir

Dr. Khaled Al-Anani menjelaskan bahwa peti mati yang ditemukan dalam kondisi baik dan masih mempertahankan warna aslinya. Studi awal mereka mengindikasikan bahwa peti mati tersebut berasal dari Dinasti Firaun ke-26 dan merupakan tempat peristirahatan pendeta, negarawan dan tokoh terkemuka di masanya.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sun,04 Oct 2020,11:25 AM

Giza, SPNA –Menteri Pariwisata dan Arkeologi Mesir Khaled Al-Anani dalam sebuah liputan media pada Sabtu (03/10), mengumumkan penemuan arkeologi terbaru di kawasan arkeologi Saqqara. Liputan yang berlangsung di Pemakaman Saqqara tersebut dihadiri oleh di sejumlah pejabat setempat maupun dari luar negeri.

Misi arkeologi Mesir yang dipimpin oleh Dr. Mustafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Arkeologi, mengungkapkan penemuan tiga sumur pemakaman di kedalaman yang berbeda antara 10 hingga 12 meter, di mana 59 peti mati kayu berwarna dalam keadaan tertutup tersusun menumpuk di atas satu sama lain. Sementara di dalamnya ditemukan 28 patung dewa dan sejumlah besar jimat, patung dan jubah tua.

Dalam pidatonya, Dr. Al-Anani menyatakan bahwa hari ini merupakan hari penting yang mengungkapkan bahwa keunikan Mesir terletak pada keanekaragamannya yang tidak dimiliki oleh negara lainnya di dunia. Ia juga menyebutkan setidaknya sekitar 60 duta besar beserta keluarga dari 43 negara sahabat turut berpartisipasi dalam pengumuman penemuan arkeologi ini. Ini mencerminkan dukungan penuh mereka untuk pariwisata dan arkeologi Mesir.

Dr. Khaled Al-Anani menjelaskan bahwa peti mati yang ditemukan dalam kondisi baik dan masih mempertahankan warna aslinya. Studi awal mereka mengindikasikan bahwa peti mati tersebut berasal dari Dinasti Firaun ke-26 dan merupakan tempat peristirahatan pendeta, negarawan dan tokoh terkemuka di masanya.

Peti mati berkenaan akan dipindahkan ke Museum Agung Mesir untuk dipajang bersama peti mati lain yang ditemukan sebelumnya. Disebutkan bahwa pada tahun 2019, 32 peti mati tertutup para pendeta dari Dinasti Firaun ke-22 ditemukan dalam misi arkeologi Mesir.

Khalid menjelaskan, penemuan ini juga mencakup puluhan patung – tidak hanya peti mati – termasuk patung perunggu (Nefertum) yang dianggap sebagai salah satu yang patung terindah yang ditemukan. Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa minggu ke depan sejumlah proyek dan pameran arkeologi akan dibuka, termasuk Museum Sharm El-Sheikh dan Kafr El-Sheikh.

Sementara itu, Dr. Mustafa, Menteri Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Arkeologi, mengatakan bahwa penemuan ini dilakukan dalam beberapa tahap. Dimulai dengan misi penggalian Agustus lalu, di mana ditemukan 13 peti mati. Dilanjutkan dengan penggalian selanjutnya, para arkeolog menemukan 14 peti mati lainnya hingga jumlah peti mati mencapai 59.

Perlu dicatat bahwa area di mana peninggalan sejarah ini ditemukan adalah pemakaman negarawan di Saqqara Giza, tempat di mana ditemukan berbagai kuburan kucing, hewan, dan burung suci kuno. Sebelumnya, dunia juga digemparkan dengan penemuan makan Wahtye, pendeta wanita dari Dinasti Kelima, yang kecantikannya dipuji oleh seluruh dunia.

(T:NA/S: Paltoday)

leave a reply