Menlu Israel Ajak Palestina Kembali ke Meja Perundingan

Gabi Ashkenazi menyatakan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian, keadilan dan keamanan adalah melalui langkah-langkah diplomasi bilateral yang membangun kepercayaan dan saling menghormati.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Wed,07 Oct 2020,02:19 PM

Berlin, SPNA – Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi menyerukan Palestina untuk kembali ke meja perundingan dan mengatakan bahwa ini satu-satunya cara untuk mewujudkan perdamaian dan keadilan. 

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Menlu UAE, Pangeran  Abdullah bin Zayed, dan Menlu Jerman Heiko Maas di Berlin.

Ashkenazi menyatakan bahwa satu-satunya jalan menuju perdamaian, keadilan dan keamanan adalah melalui langkah-langkah diplomasi bilateral yang membangun kepercayaan dan saling menghormati. “Dalam kesempatan ini saya mengajak rakyat Palestina untuk kembali ke meja perundingan,’’ seperti dilansir Yediot Ahronot.

"Semakin lama kita menunda negosiasi untuk mencapai kesepakatan, semakin kita akan melewati tantangan yang sulit,‘’ tambahnya.

Negosiasi Palestina dan Israel kandas sejak April 2014 lalu menyusul penolakan Israel untuk menghentikan pembangunan hunian Yahudi ilegal serta menolak perbatasan wilayah sesuai kesepakatan  tahun 1967 sebagai dasar solusi dua negara.

Ashkenazi juga  berterima kasih kepada Menteri Luar Negeri Jerman karena telah mengundangnya bersama  pangeran Abdullah bin  Zayed ke Berlin. “Saya ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada Pangeran Abdullah bin Zayed. Kita sudah membahas langkah-langkah  bersejarah dan pertemuan ini merupakan suatu kehormatan bagi saya,‘’ tambahnya.

Pada 15 September, UEA dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi dengan "Israel" di Gedung Putih, di bawah naungan Amerika Serikat mengabaikan protes di kalangan bangsa Arab dan penolakan Palestina.

(T.RS/S:Safapost)

leave a reply
Posting terakhir

Perjuangan Palestina dari Medan Perang Hingga ke Meja Perundingan

Sejumlah anak-anak muda Palestina yang saat itu tersebar di negara-negara Arab menjadi garis depan gerakan Fatah dalam mengkampanyekan revolusi Palestina. Mereka juga memimpin perjuangan baik di bidang militer atau politik. Organisasi Pembebasan Palestina (PLO)  melalui kadernya menyatukan perjuangan untuk membebaskan Palestina.