Rusia Kembali Tegaskan Serangan Israel ke Suriah Rusak Stabilitas Timur Tengah

Maria Zakharova menegaskan kembali perlunya menghormati kedaulatan dan keamanan teritorial Suriah. Alat pertahanan udara Tentara Arab Suriah pada hari Jumat (25/12/2020) menghadapi agresi Israel, melalui rentetan rudal yang ditembakkan ke daerah Masyaf, Hama. Sebagian besar rudal yang ditembakkan Israel berhasil dijatuhkan pertahanan udara Suriah.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Sat,26 Dec 2020,10:44 AM

Moskow, SPNA –Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Jumat (25/12/2020), menegaskan kembali bahwa serangan Israel di wilayah Suriah merusak stabilitas di wilayah Timur Tengah. Hal ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam konferensi pers terkait serangan Israel ke Suriah.

“Kami (Rusia) tidak pernah menyembunyikan pertentangan terhadap serangan Israel ke Suriah, karena mereka berkontribusi merusak stabilitas kawasan,” ujarnya.

Maria Zakharova menegaskan kembali perlunya menghormati kedaulatan dan keamanan teritorial Suriah. Alat pertahanan udara Tentara Arab Suriah pada hari Jumat (25/12/2020) menghadapi agresi Israel, melalui rentetan rudal yang ditembakkan ke daerah Masyaf, Hama. Sebagian besar rudal yang ditembakkan Israel berhasil dijatuhkan pertahanan udara Suriah.

Selain itu, Maria Zakharova menyesalkan keputusan pemerintah pendudukan Israel yang memanggil duta besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov. Ia menekankan bahwa pernyataan duta besar Rusia untuk Israel baru-baru sudah sesuai dengan sikap Rusia dalam masalah Timur Tengah.

Zakharova mengatakan bahwa Moskow merasa heran atas reaksi Israel terhadap pernyataan duta besar Rusia terkait stabilitas kawasan. Ia menegaskan kembali sikap dan komitmen Rusia terkait permasalahan Palestina. Bagi Rusia, Palestina tetap menjadi isu sentral dalam perdamaian di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa tidak mungkin Timur Tengah mencapai stabilitas regional jangka panjang yang berkelanjutan tanpa menyelesaikan isu Palestina.

Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, baru-baru ini menegaskan bahwa kegagalan untuk mencapai solusi atas masalah Palestina adalah faktor terbesar yang merusak kestabilan kawasan Timur Tengah.

(T.NA/S: SANA)

leave a reply
Posting terakhir