Menlu Riyad Maliki: Warga Palestina Optimis Akhiri Perpecahan Melalui Pemilu

Dia berharap semua pihak akan memotivasi semua pasukan Palestina untuk bekerja demi pemilu yang demokratis dan transparan yang mencerminkan keinginan para pemilih Palestina.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Thu,04 Mar 2021,10:41 AM

Kairo, SPNA - Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat PRiyad Malki mengatakan bahwa Palestina lebih optimis dari sebelumnya untuk mengakhiri 14 tahun perpecahan internal melalui pemilihan umum.

Dalam pidatonya di hadapan pertemuan para Menteri Luar Negeri Arab di sidang ke-155 yang diadakan di markas Liga Arab di Kairo, Dilansir Wafa, Rabu (03/03/2021), Malki menegaskan penolakannya terhadap campur tangan politik atau pendanaan dalam pemilihan mendatang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dia berharap semua pihak akan memotivasi semua pasukan Palestina untuk bekerja demi pemilu yang demokratis dan transparan yang mencerminkan keinginan para pemilih Palestina.

Dia memperingatkan upaya Israel untuk menghalangi pemilihan, terutama di kota Yerusalem, dan mengucapkan terima kasih kepada Mesir karena mensponsori upaya baru-baru ini.

"Kekuatan pendudukan, Israel, terus melakukan lebih banyak kejahatan dan pelanggaran harian terhadap rakyat kami yang tidak berdaya, tanpa khawatir tentang kewajibannya yang diatur dalam hukum internasional, resolusi PBB atau bahkan perjanjian bilateral yang ditandatangani," tutur Maliki. Dia menambahkan bahwa Israel mengumumkan. pembangunan lebih banyak unit permukiman sebagai tanggapan atas pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, yang menuntut Israel untuk menghentikan kegiatan permukiman dan tindakan sepihak yang merusak solusi dua negara.

Malki mengungkapkan optimismenya dengan terselenggaranya konferensi perdamaian internasional yang diserukan oleh Presiden Mahmoud Abbas, terutama setelah mendengarkan banyak komentar dari negara-negara anggota Dewan Keamanan.

"Kami masih menunggu langkah korektif oleh pemerintahan Biden terkait masalah Palestina, dan pembatalan berbagai kebijakan dan langkah ilegal yang telah diambil oleh pemerintahan Trump," kata para menteri.

(T.RA/S: Wafa)

leave a reply
Posting terakhir

Akhiri Perpecahan,  Faksi Palestina Sepakat Dirikan Lembaga Khusus

Dalam sidang dalam sidang yang dihadiri  sekretaris Jenderal faksi-faksi Palestina dan  dipimpin Mahmoud Abbas, Kamis (03/09), mereka sepakat dalam waktu 5 minggu akan membangun komite mengakhiri perpecahan serta mendirikan lembaga nasional untuk memimpin perlawanan rakyat.