Warga Palestina Menggelar Pawai Peringatan '45 Tahun Hari Tanah'

Pada tanggal 30 Maret 1976, enam warga Palestina gugur ketika memprotes penyitaan ribuan dunum tanah mereka oleh Israel.

BY Mohamed AlhirtaniEdited Tue,30 Mar 2021,03:53 PM

Tepi Barat, SPNA - Memperingati 45 tahun “Hari Tanah” yang jatuh pada hari ini, Selasa (30/03/2021), warga Palestina mengorganisir aksi unjuk rasa dan pawai di beberapa kota Arab yang berada di dalam Garis Hijau. Khususnya. di kota-kota di mana pasukan pendudukan Israel membunuh enam warga Palestina dan melukai ratusan lainnya pada tanggal 30 Maret 1976.

“Hari Tanah” sendiri merujuk kala orang-orang Palestina memprotes penyitaan ribuan dunum tanah mereka oleh Israel.

Acara utama direncanakan akan berlangsung sore ini di kota Sakhnin, Arrabeh, Deir Hanna, Kufr Kanna, dan Taybeh.

Mereka juga akan mengunjungi makan putra mereka yang dibunuh oleh pasukan pendudukan, kemudian berjalan melalui kota-kota dalam pawai umum yang rencananya akan terpusat di kota Arrabeh.

Hari ini warga Palestina menekankan perlawanan terhadap pendudukan Israel. Mereka mengingatkan dunia bahwa penjajahan Israel atas tanah mereka telah terjadi sejak pembentukan apa yang disebut 'Israel'.

Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Palestina (PCBS), sejak 1948 otoritas pendudukan Israel telah menyerahkan lebih dari 85% dari total luas tanah Palestina bersejarah ketika orang-orang Yahudi di era Mandat Inggris pra-1948 mengeksploitasi 1.682 kilometer persegi, atau 6,2% dari tanah bersejarah Palestina.

Masih dalam laporanya, PCBS memaparkan bahwa pada akhir 2019, terdapat 461 situs pendudukan Israel dan pangkalan militer di Tepi Barat, termasuk 151 permukiman dan 26 pos terdepan yang dihuni yang dianggap sebagai "lingkungan" serupa permukiman, serta 140 pos terdepan permukiman.

Adapun jumlah pemukim di Tepi Barat mencapai 688.262 jiwa pada akhir 2019; dengan tingkat pertumbuhan hampir 2,6%.

Data menunjukkan bahwa sekitar 46% pemukim tinggal di wilayah Kegubernuran Yerusalem, di mana jumlah mereka mencapai sekitar 316.176 jiwa; yang mana 232.093 jiwa tinggal di Yerusalem Timur yang diduduki.

Berkenaan dengan demografi, proporsi pemukim terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat adalah sekitar 23 pemukim per 100 warga Palestina. Perbandingan tertinggi terjadi di Kegubernuran Yerusalem, di mana terdapat 69 pemukim per 100 warga Palestina.

Tahun 2020 terjadi peningkatan yang signifikan dalam pembangunan dan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat. Pendudukan Israel menyetujui pembangunan 6.719 unit hunian di permukiman baru, merencanakan pendirian 12.159 unit pada tahun yang sama dan menyetujui pendirian 11 pos pemukiman di atas tanah Palestina yang dirampas secara ilegal, kata PCBS.

(T.RA/S: QNN)

leave a reply
Posting terakhir